Begini Cara Tingkatkan Mutu Buah dan Sayur agar Bebas Ekspor

Safira Fitri, Jurnalis · Selasa 29 September 2020 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 29 455 2285619 begini-cara-tingkatkan-mutu-buah-dan-sayur-agar-bebas-ekspor-5CGNkrhQsm.jpg Buah dan Sayur (shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus mendorong untuk mutu komoditas buah dan sayur agar memiliki standar mutu ekspor. Selain itu, komoditas hortikultura terutama seperti sayur dan buah selalu didorong untuk mampu bersaing di pasar internasional.

"Kementan percaya, produk-produk hasil olahan pertanian Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Oleh karena itu pelaku usaha yang ingin merambah pasar internasional penting untuk mendapatkan nomor registrasi atas penilaian kebun atau lahan usaha mereka." seperti dalam keterangan tertulis di Instagram @kementerianpertanian, Jakarta, Selasa (29/9/2020).

 Baca juga: Tingkatkan Imun Lawan Covid-19, Harga Madu Hutan Meroket 100%

Oleh karena itu peningkatan mutu buah dan sayur yang sesuai standar ekspor harus didorong sekuat tenaga. Pasalnya, dijelaskan juga dalam era perang kualitas produk untuk skala internasional, bahwa perdagangan global kini tidak lagi mengandalkan hambatan tarif, tetapi lebih menekankan hambatan teknis berupa persyaratan mutu, keamanan pangan, sanitary dan phytosanitary.

Sedangkan untuk menghadapi tuntutan mutu produk buah dan sayur yang aman dikonsumsi perlu mengacu pada Good Agriculture Practices (GAP). Di mana, GAP tersebut mencakup penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.

 Baca juga: Usaha Ecoprint, Sugiharti Tersenyum Lebar karena Hasilkan Jutaan Rupiah

Selain itu, pencegahan penularan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), penjagaan kesehatan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan juga berprinsip pada penelusuran balik (traceability).

Sementara dalam pentingnya registrasi seperti yang sudah disebutkan di atas, karena budidaya yang baik dinyatakan dengan pemberian nomor registrasi. Nomor registrasi ini diberikan kepada pelaku usaha sebagai hasil penilaian kebuh atau lahan usaha.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini