Taichiro Motoe, Pengacara Jadi Miliarder Dunia Berkat Bisnis Tanda Tangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 455 2286388 taichiro-motoe-pengacara-jadi-miliarder-dunia-berkat-bisnis-tanda-tangan-WaQycauVWA.jpg Taichiro Motoe (Website Bengo4)

JAKARTA - Kebiasaan orang Jepang yang menstempel dokumen di tempat tanda tangan akhirnya memudar. Hal ini dikarenakan semakin banyak orang yang bekerja dari rumah akibat adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Hal ini lah yang dilihat oleh Perusahaan Bengo4.com Inc sebagai peluang usaha dengan menyediakan platfom tanda tangan secara online. Perusahaan raksasa seperti Toyota dan Nomura bahkan mendaftarkan diri untuk mendapatkan layanan tanda tangan elektroniknya ke perusahaan tersebut.

 Baca juga: Kisah Nathan Blecharczyk, Pendiri Airbnb yang Hartanya Lenyap akibat Covid-19

Akibat laris manisnya bisnis layanan tersebut, membuat saham Bengo4com Inc melonjak 100% pada tahun ini. Lonjakan saham tersebut juga membuat sang pendiri Taichiro Motoe menjadi orang kaya baru dengan harta kekayaan bersih diperkirakan lebih dari USD1 miliar atau sekitar Rp14,9 triliun.

Motoe mengatakan, para investor optimis dengan layanan tanda tangan elektronik Bengo4, yang disebut CloudSign, di era Covid-19. Karena semakin banyak orang yang bekerja dari jarak jauh sehingga membuat perusahaan Jepang beralih ke tanda tangan elektronik dari stempel fisik.

“CloudSign mengubah budaya hanko tradisional,” ujarnya mengutip dari Forbes, Kamis (1/10/2020).

 Baca juga: Di Balik Suksesnya Evan Spiegel, Miliarder Muda di Usia 25 Tahun

Penjualan Bengo4 telah meningkat bahkan sebelum upaya pemerintah baru-baru ini. Perusahaan melaporkan penjualan 1,16 miliar yen pada kuartal April-Juni, naik 24% dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan tersebut dipimpin oleh bisnis CloudSign, yang penjualan kuartalannya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 262 juta yen. Perusahaan memperkirakan penjualan triwulanan CloudSign akan hampir dua kali lipat lagi tahun depan menjadi sekitar 500 juta yen.

 Baca juga: Kisah Lynsi Snyder, Wanita Muda Jadi Miliarder dari Warisan Burger

CloudSign masih memiliki ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut. Motoe memperkirakan bahwa hanya 1% bisnis di ekonomi terbesar ketiga di dunia yang saat ini menggunakan tanda tangan elektronik dan memperkirakan akan tumbuh hingga hampir 5% tahun depan.

“Kami ingin mengembangkan bisnis Bengo4 menjadi USD100 juta dalam penjualan selama empat sampai lima tahun ke depan,” kata Motoe.

 Baca juga: 10 Manajer Investasi Terkaya di Dunia, Jim Simons si Profesor Matematika Juaranya

Analis JPMorgan Haruka Mori mengatakan, Bengo4, CloudSign-nya adalah layanan tanda tangan elektronik yang dominan di Jepang dengan 80% pangsa pasar negara. Lebih dari 100.000 perusahaan di berbagai industri menggunakan CloudSign.

"Harga saham Bengo4.com telah meningkat tajam di tengah ekspektasi penetrasi yang lebih cepat dari layanan kontrak elektronik karena upaya yang dipimpin pemerintah untuk menghentikan penggunaan segel pribadi semakin meningkat sebagai tanggapan terhadap Covid-19. Perkembangan pesat infrastruktur hukum untuk mendukung penyebaran kontrak elektronik,” jelasnya.

“Ada potensi pelonggaran peraturan awal di sektor real estate dan keuangan, dan di bidang yang terkait dengan hukum perusahaan," kata Mori dalam laporan JPMorgan.

Sebelum menjadi pengusaha, Motoe adalah pengacara perusahaan di Anderson Mori, firma hukum top Jepang. Dia pergi sekitar tiga tahun kemudian untuk memulai firma hukumnya sendiri, Authense Law Office, dan kemudian mendirikan Bengo4 di tahun yang sama.

Selain menjadi pengusaha miliarder dan pengacara, Moto juga menjadi anggota parlemen. Pria berusia 44 tahun ini telah menjadi anggota majelis tinggi Parlemen Jepang sejak 2016, dan merupakan anggota parlemen berpenghasilan tertinggi di negara itu tahun lalu dengan pendapatan yang dilaporkan sebesar 845 juta yen atau sekitar Rp118 triliun, sebagian besar dari penjualan saham.

Dan awal bulan ini, ia bergabung dengan kabinet Perdana Menteri Yoshihide Suga yang baru terpilih sebagai Wakil Menteri Keuangan Parlemen.

Ide miliaran dolar datang ke Motoe ketika dia frustrasi dengan budaya hanko saat bekerja sebagai pengacara. Dirinya harus memasang perangko di tumpukan besar kontrak satu per satu.

Bengo4, yang namanya plesetan dari kata Jepang untuk "pengacara," yang dilafalkan "bengoshi" dimulai sebagai direktori online untuk pengacara. Ketika itu perusahaan tersebut terdaftar di pasar modal kecil Bursa Efek Tokyo pada tahun 2014 setelah itu setahun kemudian perusahaan meluncurkan CloudSign.

“Saya merasakan inefisiensi dalam budaya bisnis. Selanjutnya, saya melihat tanda tangan elektronik menjadi sangat populer di luar negeri dan percaya bahwa suatu hari nanti akan populer di Jepang juga,” kata Motoe.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini