Menko Luhut Bikin Tim Khusus Pantau Tol Laut

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286705 menko-luhut-bikin-tim-khusus-pantau-tol-laut-cjAXATcXL5.jpg Logistik (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut untuk terus menyukseskan program Tol Laut. Maka dari itu, diperlukan adanya koordinasi antar stakeholder baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang wilayahnya dilewati rute Tol Laut.

"Memang perlu koordinasi, semisal jadwal kapal yang harus semua pihak ketahui. Jadi lebih tahu dari awal, agar barang yang diangkut itu bisa efisien, jadwal kapal itu bisa diberikan dengan jelas. Agar Kemenhub buat jadwal yang fixed," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

 Baca juga: Lancarkan Distribusi Logistik Saat Covid-19, Tol Laut Dimaksimalkan

Kemudian, lanjut Menko Luhut, agar nantinya dapat dibentuk semacam Tim Terpadu yang terdiri dari lintas Kementerian/Lembaga. Ia pun akan memerintahkan Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Ayodhia GL Kalake, agar terus mengawal program ini dan juga diupayakan untuk dimasukkan ke dalam National Logistic Ecosystem (NLE).

"Saya tugaskan Deputi saya Pak Odi (Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Ayodhia GL Kalake), coba masukan dalam ekosistem NLE. Semoga ini akan kita nikmati dalam waktu tidak lama. Saya minta seminggu dari sekarang, Pak Odi agar bisa mengatur pertemuan untuk mengetahui perkembangan dan tindak lanjutnya," ungkap dia.

 Baca juga: Kemenhub Beberkan Strategi Optimalisasi Tol Laut saat New Normal

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, memang diakui perihal jadwal angkutan laut harus mendapatkan perhatian lebih. Ia sependapat dengan Menko Luhut, memang perlu adanya koordinasi dan komunikasi yang intens dengan pengelola Tol laut di daerah, utamanya mengenai masalah teknis.

“Kami sependapat, diperlukan satu sistem. Ini perlu dikomunikasikan secara teknis kepada pengelola di daerah, semisal Kadisnya, agar mereka tahu persis, agar mereka bisa mengintegrasikan dengan sistem angkutan laut. Dan, Tol Laut terintegrasi ini bisa masuk ke sistem pemerintahan daerah, segera, nanti akan ada rapat kerja pimpinan daerah dan memasukan agenda pemanfaatan Tol Laut.” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, sebagai upaya peningkatan kinerja Tol Laut, menurutnya akan ada beberapa langkah yang dilaksanakan oleh Kemenhub.

“Semisal dengan pengembangan trayek dengan pola hub dan spoke, melibatkan peran serta pelayaran nasional swasta, pengontrolan pembiayaan THC, melengkapi fasilitas bongkar muat di pelabuhan singgah T3P, perbaikan performa kapal dalm hal operasional dan pemeliharaan, dan pengembangan dan perbaikan sistem digitalisasi,” kata dia.

Data per 15 September 2020 tercatat, terkait perkembangan pelaksanaan Tol Laut, jumlah trayek sebanyak 20, Pelabuhan Singgah ada 100 Pelabuhan Singgah (terbaru Pelabuhan Galela-Malut), total muatan berangkat sebesar 8708 TEUS dan total muatan balik sebesar 2552 TEUS. Jumlah armada, sebanyak 25 Kapal, penugasan kepada PT Pelni, ASDP dan Djakarta Lloyd.

Untuk integrasi moda Tol laut dengan Angkutan Perintis Darat, Timika 5 Lintas, Merauke 1 Lintas, Natuna 1 Lintas, dengan penugasan kepada Perum Damri yang akan menghubungkan Pelabuhan dan Bandara/Sentra Logistik. Jembatan Udara, Timika 7 Rute, Dekai 10 Rute, Masamba 2 Rute, Tarakan 3 Rute dan Tanah Merah 5 Rute.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini