Erick Thohir Minta Bantu Keuangan PLN ke Menteri ESDM, Begini Faktanya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2287062 erick-thohir-minta-bantu-keuangan-pln-ke-menteri-esdm-begini-faktanya-0wxS5WzwTj.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Okezone)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dikabarkan menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif. Dalam isi surat itu, Erick minta agar pihak Menteri ESDM memberikan bantuan keuangan kepada PT PLN (Persero).

Dalam isi surat juga disebutkan bahwa untuk memulihkan PLN dari dampak pandemi Covid-19, maka Kementerian BUMN berharap agar Kementerian ESDM dapat mendorong pelaku usaha untuk menggunakan jasa PLN serta melakukan penyesuaian Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) RUPTL 2020-2029.

 Baca juga: Erick Thohir Rombak Komisaris PLN, Ada Nama Kepala BPKP

Selain itu, surat tertanggal 18 September 2020 itu pun menuliskan bahwa pihak ESDM membatasi pemberian izin usaha penyediaan listrik dan captive power. Hal itu untuk meningkatkan permintaan listrik dalam mengatasi kondisi kelebihan pasokan pembangkit.

"Kami harapkan dukungan Saudara untuk mendorong pelaku usaha menggunakan listrik yang disediakan PT PLN (Persero), antara lain dengan membatasi pemberian izin usaha penyediaan listrik dan captive power," demikian bunyi isi surat tersebut, dikutip Kamis (1/10/2020).

 Baca juga: Menteri ESDM Sebut PLN Tekor Selama Pandemi Covid-19

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga membenarkan isi surat tersebut. Meski begitu, Arya menyebut bahwa permohonan bantuan yang dari Kementerian BUMN kepada Kementerian ESDM dan Badan Kerjasama Penanaman Modal (BKPM), bukan berarti kondisi PLN tidak membaik.

"Mengenai surat Pak Menteri ke ESDM dan BKPM itu memang benar, surat Pak Menteri itu bukan berarti bahwa PLN itu kondisinya parah,"ujar Arya kepada wartawan.

Dia menjelaskan bahwa Erick Thohir mengungunkan agar kondisi over supply PLN dapat ditangani dengan baik serta agar tidak terjadi pemborosan. Daripada membangun pembangkit lagi, lebih baik memanfaatkan pasokan listrik yang sudah ada. PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.

"Yang dilihat Pak Menteri adalah karena PLN sudah over supply, ngapain kalau tidak dimanfaatkan dan juga kalau ada institusi baru, apalah namanya itu, nggak perlu buat pembangkit baru, karena sudah over supply, bagusnya memanfaatkan yang sudah ada," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini