Ayah Kena PHK, Kisah Pilu 2 Bocah SD Jualan Es Blewah

Jaka Samudra, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 16:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 455 2287401 ayah-kena-phk-kisah-pilu-2-bocah-sd-jualan-es-blewah-bNLyGgZit7.jpg Bocah SD Jualan Es Blewah (Foto: Jaka/Okezone)

PASURUAN - Di tengah keterpurukan masa pandemi Covid-19, dua siswa kelas 6 SD di Kabupaten Pasuruan rela berjualan es blewah di pinggir jalan untuk membantu ekonomi orang tuanya.

Uang hasil kedua anak berjualan tersebut diberikan kepada ibunya untuk kebutuhan setiap hari, seperti beras misalnya. Meski demikian, di kala berujualan es, keduanya pun masih tetap melakukan kegiatan belajar secara daring.

Baca Juga: Jual Ember, Semangat Penyandang Disabilitas Mencari Rezeki di Tengah Covid-19

Bila melintas di Jalan Raya jurusan Pandanan, Beji tepatnya di Desa Sumber Rejo, kedua kedua anak kelas 6 SD yang merupakan kakak beradik bernama Ibrahim dan Riski biasa berjualan es blewah di lapak pada daerah tersebut.

Dengan rasa percaya diri, kedua putra pasangan Suparno dan Tiami warga Desa Randupitu, berjualan es dengan menawarkan kepada pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.

Tidak hanya itu, bahkan mereka merasa semangat dan senang bisa membantu kedua orang tuanya berjualan pasca ayahnya di PHK dari pekerjaannya sebagai buruh pabrik.

Baca Juga: Cerita Pembatik Asal Solo, Mulai Kejayaan hingga Terhantam Corona

"Bapak kerja pabrik kayu, ini jualan es Rp2.000 per bungkus untuk membantu orang tua," kata Ibrahim, Jumat (2/10/2020).

Diketahui pada setiap harinya, mereka mendapatkan uang hasil jualan sebesar Rp200.000 hingga Rp300.000.

Salah satu pelanggan mengaku, es blewah jualan kedua anak tersebut rasanya sangat pas, apalagi jika diminum saat siang hari yang panas di bawah pohon sambil menikmati sawah-sawah di pinggir jalan.

Kegigihan kedua anak tersebut dalam berjualan es blewah sangat didukung oleh kedua orang tuanya. Disaat dipecat dari pekerjaannya dan kondisi terpuruk ekonomi keluarga, justru kedua anak ini belajar mandiri mencari uang bersama.

Namun, tetap kewajiban belajar sistem daring pun masih dilakukan oleh keduanya. Kemudian pada sore hari, mereka belajar mengaji di dekat rumahnya.

Di samping itu, Ibrahim dan Riski merupakan anak adopsi Suparno dan Tiami yang berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar orang tuanya kembali bekerja seperti bulan-bulan lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini