Belajar Tanam ke Ukraina, Kini Faiz Punya Kebun Anggur Sendiri

Saladin Ayyubi, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 455 2288174 belajar-tanam-ke-ukraina-kini-faiz-punya-kebun-anggur-sendiri-1tiSsiofAG.jpg Anggur (Foto: Bustle)

BANYUMAS - Berawal dari hobi menanam berbagai jenis tanaman, seorang warga di Banyumas kini berhasil mengembangkan ratusan jenis tanaman anggur. Tak hanya jenis anggur dari dalam negeri, melainkan juga dari negara seperti Amerika, Ukraina, Rusia, Jepang, Italia, Thailand, dan Turki.

Pembudidaya yang bernama Faiz Hidayat tersebut kini berhasil membuat kebun anggurnya menghasilkan puluhan juta rupiah, meskipun pada masa pandemi yang terjadi saat ini.

Diketahui, petani dari Banyumas yang rela belajar sampai ke Ukraina tersebut berhasil mengembangkan kebun anggur di atas lahan seluas sekitar 3.000 meter persegi. Selain itu, terdapat ratusan varietas tanaman anggur impor yang didatangkan dari berbagai negara yang telah disebutkan di atas.

Baca juga: 4 Cara Dapat Modal untuk Membuat Startup

Kebun anggur yang mulanya sebuah percobaan tersebut diberi nama Jayasri Nursery. Faiz mengaku, awalnya menggemari buah anggur dan mulai menekuni bidang pertanian tanaman anggur sejak tahun 2013 dengan mulai mencoba menanam berbagai bibit varietas anggur dari berbagai negara.

Dirinya berpikir, agar bagaimana tanaman anggurnya bisa tumbuh di Indonesia khususnya di Banyumas. Faiz pun akhirnya mencoba menanam sekaligus melakukan observasi jenis anggur apa saja yang cocok ditanam dengan kondisi alam di Banyumas.

Baca Juga: 6 Cara Kembangkan Bisnis, Skill Nego Jadi Kewajiban

Belajar hingga ke Ukraina, awalnya ia berkenalan denan salah satu petani anggur di Ukraina melalui internet, hingga kemudian pada pertengahan tahun 2015 ia diundang oleh petani tersebut untuk belajar disana.

Faiz bahkan tidak menyangka bahwa dirinya sendiri bisa diundang ke Ukraina untuk belajar tentang anggur. Ini kesempatan yang langka baginya, kemudian ia pun memutuskan belajar ke Ukraina dengan biaya pribadi.

Selama kurang lebih 15 hari Faiz belajar tentang tanaman anggur mulai dari pemilihan bibit sampai cara memanen buah tersebut. Kini sudah ada lebih dari 400 pohon anggur dengan berbagai varietas.

 

“Ada 7 jenis anggur yang sudah beberapa kali panen dengan hasil yang lumayan bagus, yakni jupiter seedless, akademik avidzba, fourchette, laura, ninel, everest, dan anggur jenis fuji minori dari Jepang,” kata dia, Minggu (4/10/2020).

Untuk mencapai masa panen hampir semua jenis anggur di kebunnya memakan waktu 90 hari. Tergantung dari proses pembuahannya, ada beberapa jenis anggur yang penyerbukannya harus dibantu untuk menghasilkan kualitas buah yang maksimal.

Misalnya, anggur laura dari Ukraina, untuk proses pembuahannya melalui tahap polinasi buatan, meski sebetulnya bisa saja secara alami, tapi tentu akan mempengaruhi kualitas buahnya.

Usaha yang digelutinya ini perlu memakan waktu 5 tahun penelitian, observas uji coba tanaman anggur, hingga memperlihatkan hasilnya. Pada tahun 2018, kebuh anggur Jayasri Nursery yang menyewa lahan desa ini dibuka untuk umum.

Konsep pemasaran yang diusungnya ini cukup unik, pembeli bisa datang ke lokasi untuk menikmati sensasi memetik buah anggur secara langsung dari pohonnya. Bukan hanya anggur saja, namun 15 varietas bibit anggur pun siap dijual.

Bagi pengunjung yang akan merasakan sensasi petik anggur segar dari pohonnya, Faiz mematok harga Rp100.000 per kilonya, sedangkan untuk bibitnya sendiri dijual seharga Rp125.000.

Meski kondisi pandemi belum juga berakhir, Faiz justru berencana ingin mengembangbiakkan kebun anggur miliknya menjadi agrowisata. Konsepnya, pengunjung bisa menikmati suasana kebun anggur hanya dengan membeli jus anggur sebagai ganti tiket masuk, selain itu juga akan membuka pelatihan perawatan tanaman anggur sebagai wisata edukasinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini