4 Cara Hemat Budget untuk Jaga Rumah dari Segala Kerusakan

Safira Fitri, Jurnalis · Minggu 04 Oktober 2020 18:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 470 2288258 4-cara-hemat-budget-untuk-jaga-rumah-dari-segala-kerusakan-h9kIPLsetW.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Bagi calon pemilik rumah baru, jika bingung untuk mengakali dalam melakukan renovasi atau perbaikan rumah tanpa menggunakan banyak tukang, cobalah untuk melakukan teknik DIY (do it yourself).

Selain menghemat bujet pengeluaran, hal ini juga merupakan trik yang kerap dilakukan oleh sejumlah kontraktor. Nah, berikut ini adalah beberapa trik yang dapat dilakukan seperti dilansir dari laman The Spruce, Jakarta, Minggu (4/10/2020).

Baca juga: 4 Cara Membuat Kamar Mandi Rapi dan Cantik, Berilah Unsur Alami

Pertama, pasang central air.

Ini sebenarnya adalah konsep yang jauh lebih sederhana daripada yang pernah terpikirkan oleh masyarakat kebanyakan. Jika memiliki rencana untuk membuat satu ventilasi pada suatu ruangan, hal ini dapat dilakukan karena dapat menghemat uang untuk tagihan bulanan.

Menggunakan central air juga dapat berfungsi dalam menjaga kondisi udara sekitar untuk melindungi alat-alat, dan kenyamanan personal dengan cara mengatur ventilasi sendiri.

Kedua, buat dinding yang rata.

Plesteran dinding sebagai pelapis baik itu dinding tembok dengan adonan semen, air, dan pasir yang baik dapat membuat tampilan dinding seperti menggunakan tenaga profesional. Namun, perlu membuat rencana sebelumnya, jika ingin menjaga plester dinding tetap awet terjaga sesuai anggaran, yang dimana biayanya cenderung mahal seiring bertambahnya usia.

Sheetrock dapat menjadi pilihan yang baik, terutama jika ingin melakukan upgrade dengan hemat energi yang mencakup pembuatan pencahayaan di sebuah ruangan.

Baca juga: 3 Ragam Jenis Rak yang Bisa Mempercantik Dekorasi Rumah

Ketiga, pastikan rumah memiliki drainase yang tepat.

Rumah tua biasanya sangat bermasalah dalam hal drainase, dan mungkin penghuni baru ingin menggunakan tenaga profesional untuk menyingkirkan fondasi dengan properti yang terkikis atau yang memiliki lereng curam.

Jika dapat menangani masalah ini sejak dini, penghuni rumah akan menghemat banyak perbaikan yang menggunakan biaya cukup mahal yang melibatkan pondasi, teras, lantai dasar, dan sebagainya. Drainase yang buruk dapat menyebabkan seluruh dinding penahan tenggelam, membengkak, atau bahkan jatuh dalam risiko buruk.

Keempat, kosongkan lahan.

Dalam hal ini diperlukan untuk memeriksa struktur akar pohon di lahan yang dimiliki secara keseluruhan jika akan membeli rumah baru, terutama di daerah pedesaan. Sebab, pohon besar yang belum tertata dengan baik mungkin memiliki sistem akar agresif yang dapat merusak pipa atau bahkan fondasi rumah.

Kelima, pemeriksaan rumah dengan rutin secara menyeluruh.

Perlunya untuk selalu mengetahui apa yang terjadi di rumah, dengan melakukan inspeksi informal setiap minggu atau lebih. Berikut beberapa gejala yang mungkin mengindikasikan masalah yang lebih serius:

1. Perbedaan suhu yang sangat besar antar ruangan,

2. Plester rusak atau cat retak,

3. Tagihan listrik yang tak terduga besarannya,

4. Gemuruh atau bunyi lainnya dalam dinding atau fondasi.

Jika seluruhnya dirasa aman, masih tetap diperlukan pemeriksaan rutin dari profesional setidaknya setahun sekali. Ini adalah rahasia nomor satu di antara kontraktor dalam menemukan masalah sebelum berkembang yang merupakan bagian penting untuk menjaga agar perbaikan dan pemeliharaan rumah tetap murah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini