UU Cipta Kerja, 153 Perusahaan Asing Bawa Duit Segepok ke RI

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 320 2290121 uu-cipta-kerja-153-perusahaan-asing-bawa-duit-segepok-ke-ri-Mc9pmK9gTr.jpg 153 Perusahaan Asing Siap Investasi di Indonesia. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat pasca pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) terdapat 153 perusahaan asing yang siap menanamkan investasinya di Indonesia. Dengan begitu, akan ada lapakan pekerjaan yang terbuka bagi pasar tenaga kerja.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dari investasi yang nantinya dilakukan ke-153 perusahan asing tersebut, maka dipastikan nilai investasi dalam negeri pada 2021 akan mengalami kenaikan yang signifikan.

Baca Juga: UU Cipta Kerja, Menaker Pastikan Skema Pesangon Tetap Ada

Dengan demikian, kemudahan berbisnis di Indonesia yang berada di level atau urutan ke-73 di dunia akan menaiki posisi yang lebih baik.

"Nilai investasi di 2021 akan naik lebih baik dari 2020, dan ini akan membangun persepsi bahwa transformasi akan jadi akan lebih baik. Sekarang ini di (posisi) 73 mudah-mudahan ke depan akan lebih baik lagi," ujar Bahlil, dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Rabu (7/10/2020).

Meski berada pada peringkat yang sama, peringkat 73 pada 2018 dan 2019, Indonesia mencatatkan peningkatan skor pada indeks tersebut. Indonesia mencetak 67,96 pada 2018 dan meningkat menjadi 69,6 pada tahun berikutnya.

Baca Juga: UU Cipta Kerja Didera Hoax, Menko Airlangga Ungkap yang Sebenarnya

“Kami sudah mengalami kemajuan positif, namun masih ada keluhan dari investor. Yang utama terkait perizinan. Omnibus Law memberikan kepastian kepada investor bahwa izin dapat diberikan dan dilayani dengan cara yang cepat, mudah, dan pasti,” kata dia.

Terkait dengan lapangan pekerjaan, dia menyebut, pemerintah tetap memprioritaskan lapangan pekerjaan bagi warga domestik. Bahkan, dia menegaskan jika narasi ihwal UU Cipta Kerja yang hanya mementingkan pekerja asing merupakan suatu kebohongan saja.

"Nah jangan lagi lapangan kerja diputar untuk asing, itu nggak benar, Presiden bilang untuk setiap lapangan pekerjaan yang timbul akibat investasi masuk harus di prioritas maksimalkan untuk pekerja domestik, tidak hanya yang menguasai teknologi apa boleh buat kita harus belajar," katanya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo telah mengarahkan agar Indonesia meningkatkan fokus pada upaya transformasi ekonomi dan investasi yang memberikan nilai tambah. Karena itu, BKPM menyambut baik investor besar, baik domestik maupun asing. Bahkan, pihaknya berkomitmen kuat untuk melayani dan memberikan fasilitas, serta pengawalan secara end-to-end.

Meski begitu, investor besar harus mau bekerja sama dengan perusahaan nasional maupun Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tertuang dalam Omnibus Law

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini