Lagi Ramai Budidaya Bonsai Kelapa, Harganya Sampai Rp3 Juta

Armia Jamil, Jurnalis · Rabu 07 Oktober 2020 21:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 07 455 2289929 lagi-ramai-budidaya-bonsai-kelapa-harganya-sampai-rp3-juta-FDjXUOTr2i.jpg Bonsai Kelapa (Foto: Armia/Okezone)

ACEH UTARA - Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat di Kabupaten Aceh Utara memanfaatkan waktu di rumah untuk membudidayakan tunas kelapa yang disulap menjadi tanaman bonsai yang sangat unik dan bernilai ekonomis.

Tanaman hias dengan ukuran lebih kecil dari ukuran aslinya justru sangat diminati oleh pembeli, bahkan penjualannya di masa pandemi seperti ini meningkat hingga 20%. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, yakni mulai dari Rp150.000 hingga jutaan rupiah, tergantung pada keunikan, masa lama bertahan, dan jenis bonsai tersebut.

Baca Juga: Kekayaan 5 Miliarder Dunia Ini Naik di Tengah Covid-19

Puluhan masyarakat dari Komunitas Meuroe Bonsai (KMD) di Desa Ule Madon, meluangkan waktunya untuk mengolah bibit tunas kelapa menjadi bonsai yang sangat menarik dan unik. Kreativitas masyarakat tersebut ternyata sangat luar biasa, selama ini bibit tunas kelapa yang terlihat biasa saja, berhasil dibuat menjadi sesuatu yang tidak biasa dan bernilai.

Untuk jenis buah kelapa yang bisa dibuat bonsai sendiri, hampir semua jenis kelapa kering bisa dilakukan, namun untuk jenis kelapa gading adalah yang paling bagus, karena batoknya tidak besar.

Proses pembuatan bonsai kelapa juga terbilang tidak terlalu sulit, hanya saja butuh kesabaran dan seni dalam mengolahnya. Setiap tunas kelapa yang mau dijadikan bonsai terlebih dahulu dibersihkan sampai ke bagian batoknya dan menyisakan serabut.

Baca Juga: Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19 

Proses selanjutnya yakni memanfaatkan media tanam pot kecil dan batu karang selama satu bulan menunggu tumbuh akar dan kemudian baru dipindahkan ke pot. Bonsai kelapa yang telah berhasil dibentuk memiliki beragam jenis, di antaranya bentuk semut nungging, lepas angin, gurita, alien, original, dan semi original.

Para warga pengrajin menyalurkan hobi ini mulai dilakukan sejak setahun silam, tapi baru digeluti secara serius selama wabah pandemi Covid-19 melanda, di mana mengikuti kebijakan pemerintah untuk bekerja dari rumah.

 

Kegiatan ini juga untuk menghalau kebosanan, sehingga warga memanfaatkan waktu mengolah bibit tunas kelapa menjadi tanaman hias bonsai yang mampu menambah pendapatan warga.

Keunikan bonsai kelapa dari bentuk daun sampai akar, semakin tua menjadi semakin unik. Sedangkan harga bonsai kelapa tersebut dijual mulai dari harga Rp150.000 hingga Rp3 juta per pohon, tergantung keunikan dan usia tuanya.

Ketua KMB, TGK Salahuddin AB yang juga Kepala Desa Ulee Madon mengatakan, ide kerajinan bonsai muncul saat dirinya mengikuti bimbingan teknis di Lembang, Jawa Barat. Saat itu, ia melihat kerajinan bonsai kelapa dan terpikir untuk membuatnya di Aceh.

Lantas, setibanya di Aceh, dia langsung mengajak masyarakat untuk membuat komunitas pengrajin hingga akhirnya saat ini telah bisa membuat banyak kerajinan dan berhasil dipasarkan sampai ke luar daerah Aceh.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, komunitas seni yang telah terbentuk tersebut lebih fokus lagi untuk membuat bonsai kelapa.

"Proses pembuatan berbagai jenis bonsai membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan sampai dua tahun untuk membentuknya sesuai keinginan," ungkap Mundasir sebagai salah satu pengrajin bonsai kelapa.

Hingga saat ini, komunitas bonsai kelapa sudah memiliki anggota sebanyak 80 orang dan tersebat di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Bonsai sendiri merupakan metode pengerdilan tanaman secara sengaja untuk membentuk karya tanaman hias dengan ukuran kecil daripada ukuran aslinya di alam pada umumnya.

Selain itu, bonsai kelapa juga merupakan replika pohon kelapa asli atau pohon kelapa berukuran kecil dan perawatannya membutuhkan kesabaran dan ketelatenan ekstra agar hasilnya bagus dan unik.

Selama delapan bulan terakhir ini, KMB telah menjual sebanyak 50 pot bonsai ke berbagai tempat di wilayah Aceh Utara. Untuk jenis kelapa yang digunakan juga menentukan keindahan dan ketahanan dari bonsai.

Para pengrajin biasanya mencari jenis kelapa gading dan jeumpa untuk menjaga ukurannya agar tetap kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini