Investor Eropa Lirik Asean Jadi Pusat Pengembangan Bisnis

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 16:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 320 2290530 investor-eropa-lirik-asean-jadi-pusat-pengembangan-bisnis-Hf0mMzkQzj.jpg Investor Eropa Ingin Kembangkan Bisnis di Asean. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - EU-Asean Business Council mencatat bisnis Uni Eropa mempunyai rencana untuk mengembangkan operasi di kawasan Asean. Hal tersebut didapat usai badan utama untuk bisnis-bisnis Eropa ini melakukan Survei Sentimen Bisnis Tahunan edisi Keenam.

Chairman EU-Asean Business Council Donald Kanak merinci 53% responden melihat Asean sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik. Kemudian sebanyak 56% bisnis Uni Eropa berencana mengembangkan usahanya di kawasan Asean. Bahkan, 74% responden yang berdomisili di Indonesia memiliki rencana ekspansi bisnis.

"Hasil survei tahun ini menginformasikan bahwa Asean masih dipandang sebagai kawasan peluang ekonomi terbaik," kata Chairman EU-ASEAN Business Council Donald Kanak di Jakarta, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Investasi yang Aman saat Resesi, dari Deposito hingga Obligasi

Dia melanjutkan dalam survei sentimen bisnis tahun ini adalah pertanyaan seputar kawasan-kawasan yang dinilai berpotensi akan menarik lebih banyak jumlah investasi pada rantai pasokan pada era pasca Covid-19. Asean berada di posisi teratas, namun selain itu kawasan Eropa dan Tiongkok dinilai memiliki potensi yang serupa.

“Hampir setengah dari responden mengharapkan adanya penataan ulang rantai pasok setelah pandemi Covid-19. Hal ini tentunya membuat hal-hal yang perlu diselesaikan dalam integrasi ekonomi Asean dan kemajuan dalam fasilitas perdagangan menjadi sangat penting demi pemulihan ekonomi Asean dari keterpurukan ekonomi, “ tambah Donald Kanak.

Baca Juga: Menabung saat Resesi, 5 Mindset Ini Wajib Dihilangkan

Dia menambahkan, hasil survei membawa pesan yang sangat jelas, bahwa pelaksanaan Integrasi Ekonomi Asean saat ini sedang berada dalam masa jeda. Oleh karenanya, penting bahwa Asean termasuk dengan para negara anggotanya perlu mempercepat langkah mereka agar bisa mencapai poin-poin komitmen yang tertuang dalam AEC Blueprint 2025.

"Saat ini, kalangan pebisnis Eropa sedang melakukan penyesuaian strategi bisnis agar sesuai dengan kondisi lingkungan lokal ketimbang menunggu adanya kemajuan yang substansial dari integrasi ekonomi kawasan," katanya.

Lebih lanjut, para pelaku bisnis Eropa juga khawatir mengenai kurangnya perkembangan FTA (Perjanjian Dagang Bebas) lebih lanjut dalam kawasan Asean, terutama pembicaraan panjang mengenai FTA antar kawasan (Uni Eropa dan Asean) yang dinilai lebih memberikan banyak keuntungan daripada FTA bilateral.

"Secara nyata, para pebisnis Eropa menginginkan Komisi Eropa untuk mempercepat laju negosiasi dan keterlibatan Uni Eropa dengan Asia Tenggara,“ tutup Chris Humphrey, Executive Director EU-Asean Business Council.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini