Percakapan Belanja Online Heboh Selama Pandemi Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 455 2290595 percakapan-belanja-online-heboh-selama-pandemi-covid-19-cxgrRvffcB.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Perkembangan teknologi digital membuat aktivitas ekonomi kini mulai bergeser ke arah digital. Tak terkecuali juga untuk menjual atau membeli barang yang kini sudah mulai bergerak dari offline menuju online salah satu contohnya adalah lewat media sosial.

Country Industry Head Twitter Indonesia Dwi Adriansah mengatakan, selama pandemi atau sejak Maret 2020, masyarakat Indonesia menjadi salah satu yang paling berisik di media sosial seperti twitter. Tak terkecuali juga percakapan mengenai belanja online.

Baca Juga: Jualan Online, Saham Levi's Melonjak 9%

"Twitter tempat terjadi dimana orang-orang sedang membicarakan saat ini. Fokusnya adalah momen saat ini itu yang dibandingkan twitter dengan platform lain," ujarnya dalam acara diskusi virtual, Kamis (8/10/2020).

Menurut Dwi, topik belanja di Twitter justru lebih tinggi pada saat pandemi dibandingkan pada tanggal momen-momen belanja. Misalkan saat momen promo bulanan, atau akhir tahun justru masih di bawah ketika pandemi.

 

"Tapi kalau kita bandingkan di 2020, itu level pembicaraannya sudah melebih di momen 2019 adanya diskon besar-besaran. Pembicaraan mengenai fashion," jelasnya.

Berdasarkan data twitter, percakapan mengenai belanja meningkat hingga 60% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Dilihat dari volume Tweet, orang-orang cenderung berbelanja secara online selama periode #dirumahaja, sebanyak 89% orang yang menggunakan Twitter di Indonesia melakukan pembelian secara online pada kuartal 1-2020.

Secara rinci, percakapan belanja online sangatlah beragam. Menurut data Brandwatch, 44% pengguna Twitter di Indonesia berbicara mengenai belanja pakaian atau aksesori, makanan 40%.

Kemudian untuk belanja mengenai peralatan rumah serta elektronik sekitar 35%. Kemudian untuk perawatan diri 33% dan tentang ponsel atau gawai 27%.

"Sekarang UMKM banyak membuat produk-produk. Pembicaraan yang sangat besar adalah clothing, makanan snack, barang-barang elektronik, personal care termasuk gadget," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini