Investasi Apa yang Aman bagi Investor Pemula di Tengah Corona?

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 622 2290326 investasi-apa-yang-aman-bagi-investor-pemula-di-tengah-corona-5ix2NKyiir.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Investasi di pasar modal memang menarik karena bisa menghasilkan cuan lebih besar. Namun yang tidak banyak orang ketahui jika investasi di pasar moda juga memiliki risiko yang sangat tinggi.

Oleh karena itu, bagi para investor pemula tidak disarankan untuk langsung terjun ke pasar saham. Karena alih-alih mendapatkan cuan, justru akan berakhir dengan jatuh ke jurang kerugian.

Baca Juga: Harta Budi Hartono Hilang Rp61 Triliun karena Covid-19 

Perencana Keuangan Andhika Diskartes mengatakan, bagi investor pemula lebih untuk investasi di obligasi ritel pemerintah (ORI). Karena risiko yang diterima juga relatif rendah sebab ditanggung oleh pemerintah.

"Makanya ketika pemerintah meluncurkan obligasi ritel itu jelas menjadi salah satu pilihan yang baik untuk teman-teman yang belajar investasi," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual, ditulis Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Janda Steve Jobs Punya Harta Rp291,9 Triliun, Ternyata Ini Sumber Duitnya

Menurut Andhika, alasan lainnya adalah karena investasi yang dikeluarkan relatif murah. Karena menurutnya, jika korporasi atau perusahaan mengeluarkan obligasi biasanya memiliki batas investasi minimal dari mulai Rp100 jutaan hingga Rp1 miliar.

"Kita tahu untuk mengambil investasi itu enggak pernah ada yang murah. Selama ini korporasi dulu mengeluarkan di angka Rp1 Miliar ke atas. Mungkin sekarang di angka Rp100 jutaan," jelasnya

Sedangkan obligasi ritel milik pemerintah ini (ORI) lebih murah. Karena hanya cukup dengan uang Rp1 jutaan sudah bisa membeli produk obligasi ini.

"Sementara mengeluarkan ritel yang bisa diambil oleh masyarakat menjadi salah satu yang instrumen yang menarik," kata Andhika.

Selain itu, untuk memulai investasi saham juga harus paham terlebih dahulu secara mendetail. Sedangkan untuk bisa memahami secara dalam tentang pasar saham diperlukan waktu yang cukup lama.

"Jadi sebenarnya apapun model instrumen investasi jelas orang harus tahu pemahamannya dulu. Problemnya namanya instrumen investasi kita harus belajarnya panjang," jelas Andhika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini