Fantastis, Harta Miliarder India Meroket Jadi Rp7.607 Triliun di Tengah Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 455 2290841 fantastis-harta-miliarder-india-meroket-jadi-rp7-607-triliun-di-tengah-covid-19-jYn7HGVY8d.jpg Mukesh Ambani (Foto: Bloomberg)

JAKARTA - India menjadi salah satu negara dengan kasus covid-19 tertinggi di dunia dengan 6 juta kasus. Hal ini membuat pertumbuban ekonomi India di kuartal II-2020 anjlok 24%.

Namun, pandemi virus corona ini ternyata membuat setengah dari 100 orang terkaya di India mendapatkan keuntungan tersebut. Bahkan keuntungan akibat pandemi yang didapat secara total meningkat 14% menjadi USD517,5 miliar atau sekitar Rp7.607 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per USD). Demikian data 100 orang terkaya India 2020 versi 2020.

Melansir Forbes, Jumat (9/10/2020), salah satu yang kekayaannya meningkat adalah Mukesh Ambani yang menjadi orang terkaya di India selama 13 tahun. Kekayaan Mukesh Ambani meningkat 73% dari USD37,3 miliar atau sekitar Rp549,7 triliun menjadi USD88,7 miliar atau sekitar Rp1.307 triliun.

Baca Juga: 15 Orang Terkaya di India Punya Harta Rp2.697 Triliun 

Hal tersebut menyusul meningkatnya saham Relience ketika kebijakan lockdown diberlakukan di negara tersebut. Selain itu, Mukesh Ambani juga mendapatkan pemasukan sebesar USD20 miliar atau sekitar Rp294 triliun dari Jio Platforms yang merupakan perusahaan digital dari anak usaha Reliance.

Sementara itu, di tempat kedua ada raja infrastruktur Gautam Adani yang kekayaannya meningkat 61% menjadi USD25,2 miliar Tau sekitar Rp371 triliun. Bisnisnya sama sekali tidak terganggu oleh perlambatan perekonomian akibat pandemi.

Adani, yang bercita-cita menjadi raja bandara India mengakuisisi 74% saham di bandara Mumbai. Seperti diketahui, Bandara Mumbar merupakan bandar udara tersibuk kedua dk India merupakan bandar udara tersibuk.

Sementara itu, Taipan Teknologi Shiv Nadar yang baru saja menyerahkan jabatanya di HCL Technologies kepada sang putri Roshni Nadar Molhotra berada di peringkat ketiga dengan kekayaan mencapai USD20,4 miliar atau sekitar Rp300 triliun. Karena saham perusahaan teknologi tersebut melonjak tajam, membuat dirinya naik tiga peringkat dari sebelumnya.

Selain nama-nama lama, pandemi ini juga membuat para pengusaha farmasi yang mendapatkan nasib baik ketika datangnya pandemi virus corona. Salah satu contohnya adalah Cyrus Poonawalla yang secara pribadi memegang Serum Institute of India yang saat ini dipimpin oleh putranya Adar.

 Rupiah Menguat 40 Poin dari Dolar AS di Tengah Ancaman Korona

Perusahaan miliknya bergabung penemuan vaksin covid sehingga membuat kekayaannya naik 26% menjadi USD11,5 miliar atau sekitar Rp169 triliun. Saham perusahaan yang membuat obat untuk mengobati virus melonjak.

Namun yang meraup keuntungan terbesar dalam daftar adalah Kiran Mazumdar-Shaw, pendiri Biocon, yang akan memulai uji coba fase 4 obat potensial Covid-19. Kekayaannya naik hampir dua kali lipat menjadi USD4,6 miliar atau sekitar Ro67,7 triliun.

Selain itu ada sembilan pendatang baru yang ada di daftar. Salah satunya adalah Sanjeev Bikhchandani, salah satu pendiri Info Edge (India), yang memiliki situs pekerjaan dan properti populer.

Kemudian ada dua kakak beradi Nithin dan Nikhil Kamath, salah satu pendiri pialang saham diskon Zerodha Broking. Dan kemudian tiga produsen bahan kimia khusus: Vinod Saraf, pendiri Vinati Organics, Arun Bharat Ram, kepala keluarga SRF, dan saudara Chandrakant dan Rajendra Gogri dari Aarti Industries.

Lebih dari sepertiga kekayaan orang terkaya dalam daftar Forbes ini menurun, terutama mereka yang memiliki minat di bidang real estat. Selusin turun tahun ini, termasuk pendiri Future Group Kishore Biyani, yang menjual sebagian besar kerajaan ritelnya yang sarat utang ke Ritel Reliance Ambani pada bulan Agustus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini