Intip Peluang Bisnis Kopi Minang yang Digandrungi Negara Korsel

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 455 2292232 intip-peluang-bisnis-kopi-minang-yang-digandrungi-negara-korsel-1ouhEScmJq.jpg Kopi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kopi Minang provinsi Sumatera Barat berpeluang untuk dilakukan peningkatan akses pasar dan ekspor di tengah kondisi pandemic covid-19. Hal ini didukung dengan diinisiasinya kegiatan Bussiness Matching antara Pelaku usaha/ Eksportir kopi dengan kelompok tani kopi minang provinsi Sumatera Barat pada tanggal 6-7 Oktober 2020 di Kota Padang.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Syafrizal mengatakan penguatan pasar kopi di Provinsi Sumatera Barat walaupun saat ini di masa pandemi terdapat beberapa kendala pasar ekspor kopi, tetapi kedepan melalui kegiatan ini diharapkan ekspor kopi Sumatera Barat bisa meningkat signifikan.

Baca Juga: Keluarga Meninggal akibat Covid-19, Pengusaha Furnitur Beralih Produksi Peti Mati

Sebagai informasi, ekspor kopi minang hingga bulan September 2020 dengan volume 275 ton atau senilai Rp6,45 miliar ke Malaysia, Korea Selatan, Hong Kong dan beberapa negara Timur Tengah.

"Potensi perkebunan Sumatera Barat selain kopi juga dilakukan pengembangan komoditas kakao, kelapa, karet, sawit, teh, dan rempah-rempah perlu terus digali pengembangan hulu hilir dan ekspor," kata Syafrizal dalam siaran pers, Senin (12/10/2020).

Baca Juga: Ternak Lele Bermodal Rp3 Juta, Usaha Sampingan Heidi Laris

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dedi Junaedi menyatakan, di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang defisit 5,32%, sub sektor perkebunan tumbuh positif dan menjadi jaminan pemulihan ekonomi nasional dari sektor pertanian.

"Tercatat PDB sektor Pertanian tumbuh 16,24% pada kuartal II tahun 2020, khusus komoditas kopi, ekspor Indonesia ke dunia meningkat 12% dari sisi volume ekspor jika dibandingkan kuartal II tahun 2019. Ini menjadi angin segar bagi pengembangan komoditas perkebunan Indonesia terutama kopi minang, Sumatera Barat," katanya.

 

Direktur Jenderal perkebunan, Kasdi Subagyono menambahkan akan memfasilitasi petani untuk memberikan bantuan sarana alat pascapanen dan pengolahan untuk menghasilkan produk-produk kopi bernilai tambah tinggi, juga dalam hal pembinaan dan pendampingan petani.

Saat ini hanya tercatat Kopi Bareh Solok di tahun 2018 (dikenal dengan Sumatera Arabica Minang Solok) yang memperoleh sertifikat Indikasi Geografis.

"Kami mendorong penetapan kopi-kopi di Sumatera Barat lain yang memiliki kekhasan dari sisi geografis yang dihasilkan melalui perbedaan rasa dan aroma. Saya mencatat ada potensi jenis kopi Sumbar yang diperdagangkan dengan nama dagang Solok Rajo, Lasi, Robusta/Arabica Equator Talu, Kopi Kajai Spesialty, Charmintoran Coffee, kopi Payo dan lain-lain untuk mendapat pengakuan spesifik dari Indikasi Geografis," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini