Merger, Aset Bank Syariah BUMN Tembus Rp225 Triliun

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292996 merger-aset-bank-syariah-bumn-tembus-rp225-triliun-mrhOK7BCis.jpg Merger Bank Syariah BUMN. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA -  Ketua Tim Project Management Office (PMO) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Hery Gunardi menyebut, hasil penggabungan tiga bank syariah BUMN berpotensi menjadikan bank syariah Indonesia berada di posisi 10 bank syariah teratas secara global. Potensi itu dilihat berdasarkan capital market atau pasar.

Bank syariah akan juga menempati posisi 7-8 teratas sektor perbankan dalam negeri. Potensi itu didukung total aset yang dimiliki bank syariah hasil merger atau penggabungan yang diperkirakan mencapai Rp220 triliun-Rp225 triliun. Realisasi angka tersebut terjadi pada kuartal I-2021.

Baca Juga: Bos BRI Syariah Siap Terima Amanah Merger

"Kalau nanti Insya Allah, bank ini merger di kuartal I-2021 akan memiliki total aset sekitar Rp220 triliun- Rp225 triliun. Tentu ini akan memiliki kesempatan di posisi nomor 7 atau 8 perbankan di Indonesia, jadi cukup besar. Sementara, hasil penggabungan bank ini akan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global. Berdasarkan market kapital pasar," ujar Hery dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (13/10/2020).

Selain total aset dari hasil merger antara PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah, dan PT Bank Syariah Mandiri, Hery mengutarakan bahwa proyeksi aset yang dimiliki Bank Syariah pada 2025 bisa mencapai Rp390 triliun.

Baca Juga: Merger Bank Syariah BUMN, BRIS Akan Ditetapkan sebagai Survivor

Sementara, target pembiayaan pada tahun 2025 juga sebesar Rp272 triliun. Sedangkan anggaran pendanaan diperkirakan mencapai Rp335 triliun.

"Di tahun 2025 proyeksi angka ini proyeksi, harapannya total aset perbankan Bank Syariah yang tergabung ini mencapai sekitar Rp390 triliun, Kemudian target pembiayaan Rp272 triliun, dan pendanaan sektor Rp335 triliun, ini proyeksi dengan asumsi pertumbuhan yang konservatif yang kita buat," kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga menjelaskan bahwa merger atau penggabungan ketiga Bank Syariah BUMN tersebut bertujuan untuk mendorong perekonomian dalam negeri yang berbasis syariah

"Sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia, sekitar 13 persen populasi penduduk di dunia adalah muslim Indonesia. Jadi disini harapannya kita Indonesia bisa memiliki bank syariah yang besar serta memiliki daya saing global di kancah domestik, juga global," ujarnya.

Tenru bank sayariah hasil gabungan ini memiliki modal yg cukup dan kapasitas yg mengenered bianis yg kuat. Melakukan bisnis yg lebih baik dan besar. Dan tentunya kita bisa inform di global market untuk suku global.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini