Fakta Baru, Kekayaan 50 Miliarder Setara 165 Juta Orang Miskin

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 06:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 455 2292751 50-orang-kaya-as-makin-tajir-melintir-selama-corona-egiKGQoiRO.jpg Ketimpangan Antara Orang Kaya dan Miskin di AS Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ada sekitar 50 orang terkaya di Amerika Serikat (AS) yang kekayaan hampir mencapai setengah anggaran negara tersebut. Bahkan, kekayaan mereka setara dengan 165 juta orang miskin. Kekayaan yang terus berlipat dikarenakan pandemi virus corona (Covid-19) yang membuat ekonomi tidak proposional karena dirasakan sekelompok kecil saja.

Data baru dari Federal Reserve AS menunjukkan bahwa kekayaan AS hingga paruh pertama 2020 sangat mencolok berdasarkan ras, usia, dan kelas. 1% orang Amerika teratas memiliki kekayaan bersih sebesar USD34,2 triliun atau sekitar Rp505.629 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD).

Sementara 50% penduduk termiskin atau sekitar 165 juta orang total hanya memiliki USD2,08 triliun atau setara Rp30.737 triliun atau sekitar 1,9% dari semua kekayaaan rumah tangga.

Baca Juga: 5 Keluarga Terkaya di Dunia, Seberapa Greget Hartanya?

Sementara itu, 50 orang terkaya di negara itu memiliki kekayaan hampir USD2 triliun atau setara Rp29.555 triliun, naik USD339 miliar atau setara Rp5.006 triliun dari awal tahun 2020.

Covid-19 telah memperburuk ketidaksetaraan di AS membuat beberapa orang harus kehilangan pekerjaan, khususnya yang memiliki upah rendah. Di sisi lain, banyak profesional kelas menengah ke atas yang bekerja dari rumah, menyaksikan rekening pensiun mereka meningkat nilainya setelah Departemen Keuangan dan Fed AS memompa stimulus ke dalam ekonomi dan pasar.

Alasan utama lain untuk perbedaan kekayaan adalah bahwa sebagian besar orang Amerika tidak mendapat manfaat dari kenaikan harga saham. Eksposur 90% terbawah ke pasar saham telah menurun selama hampir dua dekade. Sejak memuncak 21,4% pada tahun 2002, kelas menengah atas Amerika telah melihat penurunan 10 poin persentase dalam kepentingan ekuitas mereka di perusahaan.

Baca Juga: 10 Crazy Rich dengan Harta Berlimpah, Juaranya Miliki Rp1.307 Triliun

Tercatat, 1% terkaya memiliki lebih dari 50% ekuitas di perusahaan dan saham reksa dana. Sementara 9% orang terkaya berikutnya memiliki lebih dari sepertiga posisi ekuitas yang berarti bahwa 10% teratas orang Amerika memiliki lebih dari 88% saham.

Data Fed juga menunjukkan bahwa generasi Milenial, yang lahir antara tahun 1981 dan 1996, hanya menguasai 4,6% kekayaan AS meskipun mereka adalah yang terbesar dalam angkatan kerja dengan 72 juta anggota. 

Seperti negara secara keseluruhan, kekayaan anak muda Amerika terkonsentrasi hanya di beberapa tangan. Mereka adalah pendiri Facebook Inc. Mark Zuckerberg dan Dustin Moskovitz, bersama dengan pewaris Walmart Inc. Lukas Walton.

"Pandemi semakin memperlebar pembagian kekayaan dan mobilitas ekonomi. Perkembangan lambat yang tidak perlu dalam waktu lama dapat terus memperburuk disparitas yang ada dalam ekonomi kita,” kata Ketua Fed Jerome Powell mengutip Bloomberg, Rabu (14/10/2020)

Beberapa jam setelah pidatonya, Presiden Donald Trump mengatakan kepada negosiator untuk menghentikan pembicaraan dengan Kongres Demokrat tentang paket bantuan l sampai setelah pemilihan November.

Mereka yang kekayaannya terkait dengan perusahaan teknologi yang diuntungkan dari peralihan pekerjaan, belanja, hiburan, dan sosialisasi online telah menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari ekonomi Covid-19. Yang memimpin adalah pendiri Amazon.com Jeff Bezos dengan Kekayaannya yang melonjak 64% pada 2020 menjadi USD188 miliar atau sekitar Rp2.777 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini