Untung Banyak, Petani Padi Beralih ke Semangka Raup Omzet Rp100 Juta

Kismaya Wibowo, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 455 2293008 untung-banyak-petani-padi-beralih-ke-semangka-raup-omzet-rp100-juta-HY6pIOeLN2.jpg Semangka (Foto: Shutterstock)

GUNUNG KIDUL - Musim kemarau rupanya tidak selalu berdampak buruk. Pasalnya, para petani di Gunung Kidul, Yogyakarta justru memanfaatkannya untuk menanam semangka.

Para petani di Dusun Klayar mengaku, bahkan dapat memanen semangka hingga 30 ton dengan omzet keuntungan mencapai Rp100 juta dalam jangka waktu 2,5 bulan sejak awal menanam semangka.

Baca Juga: Manajemen Keuangan, Kunci UMKM Bisa Berkembang di Era Corona

Dengan lahan seluas 1,2 hektar yang semula merupakan area persawahan kering ditanami sebanyak 8.000 pohon semangka yang dikelola dan berhasil menghasilkan total lebih dari 30 ton semangka segar.

Satu semangka memiliki ukuran 5 hingga 8 kilogram dan memiliki kualitas rasa yang manis. Terdapat tiga jenis varian semangka yang ditanam meliputi, semangka biji, semangka non biji, dan juga semangka inul yang dikelola bersama oleh sekitar 24 petani padi di dusun tersebut.

Baca Juga: 20 Tahun Bisnis Keripik Singkong Mulai Goyang akibat Covid-19

Selain mudah ditanam, semangka tersebut memiliki nilai jual yang cukup ekonomis, terlebih semangka juga tidak terlalu membutuhkan air, sehingga hal ini cukup memudahkan dalam pembudidayaannya.

Dalam perawatannya, petani hanya perlu menyiram air jika kondisi lahan kering. Sebab, jika terlalu banyak air, buah semangka yang dihasilkan akan cepat busuk dan tidak memiliki rasa manis.

Selain itu, setiap pagi dan sore hari para petani selalu memantau kondisi tanaman. Jika terdapat daun kering, maka akan segera dipetik agar tidak membuat tanaman mati layu.

Untuk satu kilogram semangka, para petani menjual dengan harga Rp3.000 hingga Rp7.000, tergantung dengan jenis dan juga kualitasnya. Usaha petani yang menyiasati musim kemarau ini pun terbilang cukup berhasil.

Berbekal aliran sungai kali Oyo Gunung Kidul yang mulai mengering, mereka memanfaatkannya sebagai sumber air area pertanian semangka, sehingga biaya produksi yang dikelola juga menjadi minim.

Ide awal petani untuk menggarap lahan kering menjadi area semangka berawal ketika para petani menginginkan hasil yang lebih dari area persawahan kering mereka secara bersama-sama.

Para petani mengaku, ke depannya akan meluaskan area persawahan kering yang ditanami semangka sehingga para petani dapat meraup omzet berlebih sebelum mereka kembali menanam padi saat musim penghujan tiba. (kmj)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini