Wow, Banyak Orang Indonesia Beli Properti di Australia

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 470 2292950 wow-banyak-orang-indonesia-beli-properti-di-australia-SQBDVIvVtg.jpg Investasi Properti (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbesar untuk sektor properti. Termasuk juga pasar properti untuk produk yang ada di luar negeri sekalipun, Indonesia masih menjadi salah satu yang paling tinggi.

CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, Indonesia menjadi salah satu pembeli terbesar kedua untuk properti yang ada di Australia. Indonesia hanya kalah dari China yang menempati posisi pertama sebagai pasar properti luar negeri terbesar di Australia.

"Indonesia second biggest market pembeli dari luar negeri kita Indonesia signifikan kedua setelah China," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (13/10/2020).

Berdasarkan perkiraan, sekitar 60% dari total masyarakat yang investasi properti di Australia memilih kota Melbourne. Sedangkan sisanya memilih untuk membeli properti di Sydney.

Alasannya, lingkungan kota yang nyaman menjadi salah satu faktor banyak warga negara Indonesia yang membeli hunian di Melbourne.

Ditambah lagi, Melbourne juga memiliki fasilitas pendidikan yang cukup baik karena ada Universitas Melbourne yang merupakan terbaik di negeri kangguru tersebut.

Selain orang Indonesia, sebenarnya banyak negara lain juga yang menjadikan Melbourne sebagai salah satu destinasi untuk membeli properti. Seperti misalnya China yang berada di peringkat pertama atau Hong Kong.

 Properti

Selain dari Indonesia, Crown juga mengincar pasar negara lainnya. Salah satu yang menjadi target adalah pasar dari negara-negara di Asia Tenggara lainnya

"Memang kalau kita lihat market mulai bergerak. Demand bertambah dari China, Indonesia, bahkan Hong Kong," ucapnya.

Jika melihat perkembangan pasar tersebut lanjut Iwan, dirinya optimis realisasi penjualan kamar pada akhir tahun bisa mencapai target. Karena pada Oktober saja dibandingkan akhir Juli peningkatan penjualannya mencapai 3 kali lipat.

"Sebagai pembanding, pada bulan Juli kita jual 10 juta dolar Australia atau setara Rp100 miliar. Sekarang hingga semalam di Oktober ada 30 juta dolar Australia atau setara Rp300 miliar. Kami tidak akan kaget kalau pencapaian tahun ini melebihi target Rp2 triliun,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini