China dan Korsel Tertarik Garap Proyek Nikel Raksasa di Indonesia

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293678 china-dan-korsel-tertarik-garap-proyek-nikel-raksasa-di-indonesia-8nHT3dRowD.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah melakukan inovasi model bisnis dalam industri sekaligus meningkatkan value chain nikel nusantara yang berlimpah bertujuan untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, fokus pemerintah Indonesia melakukan hilirisasi industri minerba, terutama nikel langsung mendapat respons positif dari investasi luar negeri.

Adapun, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea, dua produsen electric vehicle (EV) Battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD20 miliar lebih dalam pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air.

"Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global. Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respons bagus dari investor asing," kata Erick di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Dia melanjutkan bahwa kebijakan Indonesia sudah tepat. Dengan kehadiran investasi luar negeri untuk menunjang program nasional di industri ini.

"Maka saya yakin aspek keberlanjutan akan terus berkembang. Kita semakin kuat dalam daya saing untuk mendukung ketahanan energi bagi Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Mining Industri Indonesia (MIND ID) sebagai Holding BUMN Industri Minerba telah menuntaskan transaksi pembelian 20% saham divestasi PT Vale Indonesia Tbk (PT VI) yang merupakan perusahan yang memiliki aset nikel terbaik dan terbesar di dunia. Pembelian saham PTVI oleh MIND ID sesuai dengan mandat BUMN untuk mengelola cadangan mineral strategis.

 Uji Coba Stasiun Penukaran Baterai Motor Listrik

Indonesia dan juga hilirisasi industri pertambangan nasional. Terutama nikel domestik nikel sehinggaakan menghasilkan produk domestik nilai ekonomis hingga 4-5 kali lipat lebih tinggi dari produk hulu.

Dengan menjadi pemenang saham terbesar kedua di PT VI, maka MIND ID akan memiliki akses strategis untuk mengamankan pasokan bahan baku untuk industri hilir nikel Indonesia. Baik untuk hilirisasi industri nikel menjadi stainless steel, maupun menjadi baterai kendaraan listrik.

“Ketertarikan dua produsen raksasa EV Battery itu untuk terlibat dalam rantai pasok nikel menunjukkan kerjasama MIND ID dan PT VI merupakan sinergi yang strategis, saling menguntungkan, dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan. Saya optimistis,hal ini akan semakin menumbuhkan kepercayaan banyak perusahaan kelas dunia kepada MIND ID dalam mengembangkan industri minerba lainnya di Tanah Air,” ungkap Group CEO MIND ID, Orias Petrus Moedak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini