Kelola BLT Subsidi Gaji Gelombang 2 Biar Enggak Habis Sia-Sia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 10:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 622 2293915 kelola-blt-subsidi-gaji-gelombang-2-biar-enggak-habis-sia-sia-FXPGay4Hcq.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) subsidi gaji termin ke-2. Saat ini Kementerian Ketenagakerjaan sedang melakukan evaluasi mengenai penyaluran BLT Subsidi gaji termin kedua.

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, bantuan subsidi gaji ini bisa dimanfaatkan untuk membuka usaha baru. Namun dirinya menyarankan jangan semua uang bantuan ini disalurkan untuk modal usaha.

Baca Juga: Kabar Gembira, BLT Subsidi Gaji Rp1,2 Juta Gelombang 2 Ditransfer Akhir Oktober

Menurut Andi, ada baiknya hanya 30% saja bantuan subsidi gaji yang disisihkan untuk membuka usaha baru. Apalagi jika usaha yang dibuka ini merupakan bisnis baru yang belum menjamin akan mendapatkan untung.

Misalnya untuk termin ke dua ini, pemerintah akan langsung memberikan subsidi gaji sebesar Rp1,2 juta untuk dua bulan. Artinya yang bisa dipakai untuk modal usaha adalah sebesar Rp360.000 saja.

Baca Juga: Hore, BLT Subsidi Gaji Sudah Ditransfer ke 10 Juta Rekening Pekerja

"Kalaupun hendak berbisnis, modal yang kita kucurkan ke situ, dari yang kita miliki paling maksimal 30% dulu deh dari dana yang kita miliki," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis (15/10/2020).

Andi menjelaskan, batasan alokasi anggaran tersebut dilakukan adalah untuk meminimalisir risiko kerugian pada bisnis yang dijalani. Mengingat, membuka bisnis baru merupakan salah satu bentuk investasi dengan risiko tinggi.

Apalagi usaha baru yang dibuka ini dilakukan di tengah pandemi yang mana sebagian besar bisnis mengalami kerugian. Oleh karena itu, dirinya menyarankan untuk menggelontorkan dananya hanya 30% saja sebagai sarana untuk melakukan tes pasar.

"Karena bisnis itu kan investasi yang bisa dibilang risiko tinggi. Kedua kita kan baru nyebur ke sana, baru cek-cek ombak segala macam, berarti kita juga harus hati-hati. Jangan semuanya digelontorkan ke sana juga," jelasnya.

Selain itu, dalam menentukan jenis bisnisnya juga harus penuh perhitungan yang matang. Ada baiknya, jenis bisnis yang akan dijalani ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar untuk meminimalisir risiko.

"Cuma untuk berbisnis mesti diperhatikan bahwa, pilih bisnis yang memang produk tersebut banyak dicari orang yang dicari. Misalnya berupa produk, bisnis kekinian berupa jasa," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini