Terungkap, Covid-19 Bikin Masyarakat Lebih Gemar Menabung

Michelle Natalia, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 622 2294023 terungkap-covid-19-bikin-masyarakat-lebih-gemar-menabung-l7hHa2MX7f.jpg Menabung (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menghantam seluruh sendi ekonomi Indonesia. Contohnya saja, perhotelan yang sunyi dan pusat perbelanjaan sepi pengunjung.

Menurut Kementerian Ketenagakerjaan, lebih dari 3,5 juta orang telah kehilangan pekerjaan selama pandemi. Tingkat pengangguran yang sempat turun ke posisi 6,8 juta orang pada Februari 2020, naik melampaui 10 juta orang hanya dalam waktu enam bulan.

 Baca juga: Besar Kecilnya Penghasilan Bukan Alasan Tak Bisa Menabung

Tak hanya berdampak besar pada bisnis perusahaan, pandemi dan pembatasan mobilitas mengubah tatanan kehidupan masyarakat. Tak terkecuali perilaku konsumen dalam berbelanja.

Perubahan tersebut terungkap dari survei yang dilakukan oleh Bank DBS Indonesia. Dalam survei yang dilakukan secara daring selama dua minggu pada pertengahan Juni lalu, Bank DBS Indonesia mengeksplorasi perubahan perilaku belanja konsumen selama pandemi Covid-19.

 Baca juga: Menabung saat Resesi, 5 Mindset Ini Wajib Dihilangkan 

Untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi akibat pandemi Covid-19, menurut survei Bank DBS Indonesia, sebagian besar responden memilih mengerem belanja, paling tidak hingga enam bulan ke depan.

“Pendapatan mereka sebagian besar ditabung dan diinvestasikan daripada dihabiskan untuk belanja barang-barang atau pun beraktivitas,” demikian temuan riset Bank DBS Indonesia di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Survei Bank DBS Indonesia mengungkapkan ada lima temuan kunci saat melakukan survei terhadap lebih dari 500 responden yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa, termasuk Jakarta dan sebagian kecil luar Pulau Jawa.

Hasilnya, terdapat perubahan sikap masyarakat terhadap kesehatan: lebih fokus terhadap kebutuhan rumah, memilih untuk memasak makanan sendiri, dan beralih berbelanja melalui platform e-commerce. Ada pun, belanja kebutuhan sehari-hari secara tradisional pun ikut berubah.

“Responden menyebutkan bahwa kesehatan dan kebersihan adalah hal berharga dan terdapat perubahan cara pandang terhadap dua hal itu,” ungkap survei tersebut. Sekitar 54 persen responden mengonsumsi lebih banyak vitamin dan suplemen.

Akibat pandemi dan rendahnya konsumsi rumah tangga karena konsumen yang cenderung mengerem belanja, DBS telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini menjadi minus 1% dari perkiraan sebelum pandemi 5,3%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini