Mengenal Gen Z, Tingkat Pengangguran Tertinggi akibat Corona

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294564 mengenal-gen-z-tingkat-pengangguran-tertinggi-akibat-corona-oL5GKn5x5E.jpg Gen Z Paling Rentan Kehilangan Pekerjaan Selama Pandemi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi virus corona memberi dampak keuangan yang sangat besar terhadap puluhan juta orang di Amerika Serikat. Salah satu yang paling terkena adalah para pekerja muda.

Menurut Economic Policy, Generasi Z atau mereka yang berusia 16-24 tahun adalah orang yang memiliki peluang menganggur atau setengah menganggur karena pandemi. Para pekerja ini cenderung tidak dapat bekerja dari rumah seperti generasi yang lebih tua dan memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk bekerja di industri yang terkena pandemi.

Baca Juga: 5,2 Juta Orang Bakal Jadi Pengangguran

"Jutaan pekerja dari semua orang telah menderita kehilangan pekerjaan yang menghancurkan dalam resesi saat ini, tetapi dampak ekonomi pada pekerja muda bahkan lebih intens," ujar Senior Economist with EPI, Elise Gould, menguti CNBC, Jumat (16/10/2020).

Bahkan sebelum pandemi, Gen Z memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi dari rata-rata yakni 8,4% pada April, Mei, dan Juni 2019. Angka ini melonjak menjadi 24,4% pada musim semi lalu ketika pandemi melanda.

Baca Juga: Ada 6,9 Juta Pengangguran, Menko Airlangga Beberkan Manfaat UU Cipta Kerja

Sementara itu, tingkat pengangguran pekerja usia 25 tahun ke atas hanya 2,8% sebelum pandemi. Sedangkan selama pandemi atau April,Mei dan Juni tahun ini naik menjadi 11,3% saja.

Gould dan Co-author Melat Kassa Found menemukan lagi jika dalam lingkungan Gen Z, pekerja Amerika keturunan Asia, Kulit Hitam dan Hispanik memiliki tingkat pengangguran yang lebih tinggi. Sementara rekan-rekan kulit putih mereka sedikit lebih baik.

Tingkat kehilangan pekerjaan Gen Z yang tidak proporsional disebabkan karena generasi ini cenderung terkonsentrasi di industri dan sektor yang paling terpukul oleh pandemi. Sekitar seperempat pekerja Gen Z dipekerjakan di bidang rekreasi dan perhotelan, dan 18,9% memiliki pekerjaan di bidang ritel tahun lalu.

Sektor perhotelan mengalami penurunan 41% dalam pekerjaan di Februari dan Maret. Sementara ritel juga mengalami penurunan sebesar 12,8%.

Alasan lain untuk kehilangan pekerjaan yang lebih besar di antara Gen adalah kenyataan bahwa pekerja yang lebih muda tidak memiliki pilihan untuk bekerja dari rumah. Hanya 6,7% pekerja Gen Z yang melaporkan dapat melakukan telecommute, dibandingkan dengan sekitar sepertiga dari karyawan.

Di luar pengangguran, pekerja Gen Z dua kali lebih mungkin berjuang dengan setengah pengangguran dibandingkan generasi yang lebih tua. Lebih dari sepertiga pekerja yang lebih muda menganggur, dibandingkan dengan 18,3% pekerja di atas 25 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini