Kisah Pekerja Proyek Tol yang Terus Berjuang di Tengah Covid-19

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 11:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294574 kisah-pekerja-proyek-tol-yang-terus-berjuang-di-tengah-covid-19-VZibOsh8dH.jpg Kisah Pekerja Proyek di Tengah Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Perusahaan yang masih membuka kantornya di tengah pandemi Covid-19, menerapkan protokol kesehatan yang ketat demi menghindari keterpurukan ekonomi dan mengejar target penyelesaian. Seperti dilakukan perusahaan kontruksi yang mengejar target pembangunan.

Bekerja di tengah pandemi Covid-19 tentu menimbulkan kekhawatiran bagi para pekerja. Seperti dirasakan pekerja proyek pembangunan Jalan Tol yang tetap kerja seperti biasa meski pandemi.

Baca Juga: Duh Ada Joki di Kartu Prakerja, PMO: Bukan Kriminal

Ade, salah satu pekerja di proyek jalan tol mengaku khawatir tertular virus corona pada awal pandemi. Pasalnya, selama itu pekerjaan tetap berjalan seperti biasa.

Kemudian, lanjut dia, setelah ada imbauan dari pemerintah agar bekerja dengan protokol kesehatan untuk cegah penularan virus corona. Management kantor pun langsung bergerak cepat untuk mematuhi aturan tersebut.

Baca Juga: China dan Korsel Tertarik Garap Proyek Nikel Raksasa di Indonesia

"Kantor kami bergerak cepat untuk melakukan protokol kesehatan selama bekerja. Jadi pekerja merasa aman selama melakukan kegiatan," ujar dia kepada Okezone, Jumat (16/10/2020).

Sementara itu, Anggota BPJT Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi menyebut pihaknya selama pandemi virus corona menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah. Misalnya, setiap hari bekerja memakai masker, mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan dan jaga jarak ketika bekerja.

"Bahkan ketika pekerja di mes harus tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan itu kita jaga betul," ungkapnya.

Dia juga menceritakan ada salah satu pekerja atau pegawai yang positif virus corona di salah satu proyek pembangunan jalan tol di Palembang, Sumatera Selatan. Pengerjaan pun harus berhenti sementara.

"Lalu ketika sudah sembuh maka pekerjaan pembangunan akan tetap dilanjutkan kembali. Kami juga setiap dua minggu sekali pekerja atau pegawai akan dilakukan rapid tes atau swab tes," jelas dia.

Dia juga menambahkan, selama pandemi memang ada pengurangan pekerja, karena ada penurunan produktivitas sampai 30%. Namun BPJT tetap melakukan mekanisme seperti melakukan studi, lalu ada yang dilelang terus kemudian dan mulai konstruksi pengadaan lahan jalan tol.

"Maka itu tetap ada kegiatan ekonomi tetap ada. Tapi mungkin konsumsi atau nilai-nilai produktivitasnya mungkin bisa turun sampai 30% dan saling berhadapan dengan situasi dunia sekarang," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini