Cukai Rokok Naik di 2021, Petani Tembakau Beberkan Efek Dominonya

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294631 cukai-rokok-naik-di-2021-petani-tembakau-beberkan-efek-dominonya-EuLi56mMyU.jpg Petani Tembakau Tolak Kenaikan Cukai Rokok 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Petani Tembakau Indonesia menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan tarif cukai rokok pada 2021. Sebab kenaikan cukai 23% pada tahun ini sudah sangat menyengsarakan petani.

Ketua umum Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji mengatakan, cukai yang naik 23% pada tahun ini sudah sangat memberatkan, apalagi dengan serangan pandemi Covid-19 yang mengharuskan setiap warga negara bekerja dari rumah, tidak terkecuali petani sudah sangat memberikan pukulan bagi pendapatan petani.

Baca Juga: Waspada, Pengangguran di RI Bisa Melonjak Gegara Hal Ini

“Ini cukai mau dinaikkan lagi. Sekarang bayangkan, kalau cukai naik yang diuntungkan itu kan pemerintah dan industri, petani rugi. Nah, kalau mau dinaikkan lagi, pemerintah dan industri tambah untung petaninya mati semua,” ujar Agus, dalam keterangannya, Jumat (17/10/2020).

Menurut Agus, dampak kenaikkan cukai sebesar 23% pada tahun ini ditambah dengan efek pandemi sudah menurunkan serapan industri sedikitnya 50%.

Selain itu, musim saat ini memang kurang bersahabat bagi petani tembakau, harga tembakau rajangan Rp55.000 per kg dalam kondisi kering, harga ini relatif. Bahkan, di kabupaten-kabupaten penghasil tembakau di Jawa Tengah harga malah lebih rendah.

Serapan tembakau yang rendah dari pabrikan juga menambah pedih petani tembakau. Pasalnya, pabrikan tak banyak membeli tembakau.

Baca Juga: DP Mobil 0%, Gaikindo: Belum Tentu Penjualan Naik

"Salah satu faktornya, adanya kebijakan kenaikan cukai tiap tahun yang mengganggu stabilitas kelangsungan penyerapan industri hasil tembakau nasional," katanya.

Agus mengatakan, sebenarnya para petani sudah ingin menghadap Presiden Jokowi untuk mengadukan masalah ini. Jika tidak bisa bertemu, petani tembakau akan melakukan unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut keadilan.

“Tapi karena pandemi Covid-19, rencana ini urung dilakukan, dan sebagai gantinya kami berencana meminta pertemuan dengan Presiden, DPR, MPR, DPD, Menkeu, dan Mentan untuk duduk bersama. Jangan seenaknya sendiri menetapkan kebijakan di tengah pandemi ini,” ujar Agus.

Surat permohonan pertemuan pun sudah dilayangkan dan tinggal menunggu persetujuan dari masing-masing lembaga. Para petani, lanjut Agus, siap kapanpun jika diperlukan.

“Kami menunggu itikad baik (good will) dari pemerintah untuk membantu para petani ada apa enggak. Kalau mereka nggak mau bertemu berarti jelas mereka tidak memiliki kepedulian sama sekali terhadap petani dan ini harus disikapi dengan tegas dan keras,” tuturnya.

Dirinya pun meminta pemerintah untuk tidak bersikeras untuk menaikkan cukai. Pasalnya, seluruh petani di pulau Jawa bakal unjuk rasa turun ke jalan.

“Kalau perlu Tol Trans Jawa kita penuhi dengan petani dan bermalam di jalanan hinga berhari-hari,” ujar Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini