Bangun Pabrik Baterai, Apa Tugas Pertamina?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294792 bangun-pabrik-baterai-apa-tugas-pertamina-Ozgj86mAqN.jpeg Ilustrasi Proyek Pabrik Listrik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero) akan bergabung dengan holding BUMN Pertambangan yakni Mind Id mengerjakan pembangunan pabrik baterai pertama di Indonesia. Ketiga BUMN tersebut di bawah koordinasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, dalam koloborasi atau Joint venture tersebut. Pertamina nantinya fokus pada pada tahapan-tahapan produksi baterai.

Dari pengembangan manufacturing plant, mengintegrasikan komponen sel di dalam baterai hingga merakitnya ke dalam modul atau pack yang sesuai dengan peruntukannya. Pertamina juga akan bertugas sebagai pihak yang mendaur ulang (recycle) baterai. 

“Nantinya Pertamina akan masuk ke dalam bagian di holding company tersebut dan juga dalam JV yang fokus di masing-masing proses bisnis terkait, terutama dalam pengembangan manufacturing plant dan mengintegrasikan komponen sel di dalam baterai dan merakitnya ke dalam pack sesuai dengan peruntukannya. Juga masuk dalam pemanfaatannya serta bersinergi untuk proses recycle baterai tersebut,” ujar Fajriyah saat dihubungi, Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: Punya Cadangan Nikel Terbesar, Mind Id Jadi Raja Baterai 

Pertamina saat ini secara intensif melakukan kajian internal dan berkoordinasi dengan manajemen Mind Id dan PLN. Koordinasi itu terkait dengan hal-hal yang menjadi tugas Pertamina. “Hal ini masih dalam diskusi internal dan juga dengan BUMN lainnya," kata dia.

Fajriyah beralasan, keterlibatan perseroan dalam proyek strategis tersebut untuk mendorong dan menguatkan posisi Indonesia sebagai penyedia energi. Langkah itu sekaligus meng-capture demand EV Battery global yang dinilai memiliki pertumbuhan tinggi ke depannya.

Pertamina bersama-sama dengan kedua BUMN tersebut akan membangun ekosistem baterai di Indonesia yang menjadi rencana holding company BUMN dalam pengembangan Battery untuk Electric Vehicle.

Sementara terkait dengan lokasi pabrik, Direktur Utama holding BUMN pertambangan Mind Id Orias Petrus Moedak menyebut, pihaknya sudah menetapkan sejumlah lokasi pembangunan pabrik. Dalam catatan manajemen, ada sejumlah lokasi yang dipilih, meski begitu ada tiga wilayah yang nantinya menjadi kosentrasi pembangunan. Ketiganya adalah, Halmahera di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Tak hanya itu, manajemen perseroan pelat merah itu juga menargetkan proses pembangunan pabrik dilakukan 2-3 tahun ke depannya. "Untuk targetnya sekitar 2-3 tahun lah, sementara pilihan lokasi ada di Sulawesi Tenggara, Halmahera, dan Papua, pilihan di situ," ujar Orias.

Dari ketiga opsi lokasi tersebut, pihak PT Aneka Tambang (Persero) dan Tim yang diketuai Komisaris Utama Mind Id Agus Tjahjana Wirakusuma, nantinnya memutuskan atau memfinalisasi mana lokasi yang dipilih.

"Dari teman-teman Antam akan menjelaskan detail dan juga dari tim yang dibentuk Pak Menteri akan melaporkan dan memutuskan di mana. Tapi kemungkinan di tiga tempat itu," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Orias juga mengutarakan ihwal nilai investasi dari pembangunan pabrik baterai yang diproyeksi mencapai USD20 miliar. Dia bilang, angka tersebut bisa dicapai bila produk turunan yang dihasilkan lebih jauh lagi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini