8 Fakta Program Kartu Prakerja, Ternyata Ada Joki

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 320 2295246 8-fakta-program-kartu-prakerja-ternyata-ada-joki-bdEHPD4x38.jpg Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Program kartu pra kerja kini sudah membukan 10 gelombang pendaftaran. Bahkan beberapa peserta sudah merasakan manfaat dari pelatihan dan juga pencairan insentifnya.

Program kartu pra kerja sendiri saat ini bersandang sebagai program semi bantuan sosial (bansos). Hal tersebut menyusul adanya pandemi virus corona (covodi-19) yang membuat pemerintah akhirnya mengganti status program ini.

Ada beberapa fakta menarik tentang program kartu pra kerja. Berikut adalah fakta-fakta tentang program kartu pra kerja yang dirangkum okezone, Minggu (18/10/2020):

Baca Juga: Status 310.000 Penerima Kartu Prakerja Dicabut, Apa Alasannya?

1. Platfom Digital Penyalur Insentif Bertambah Jadi 5

Pemerintah menambah kembali platform untuk penyalur insentif kepada peserta kartu pra kerja. Kali ini ada tambahan satu e-wallet yakni Dana yang bisa menyalurkan insentif kepada para peserta kartu pra kerja.

Semula memang hanya ada 4 platform digital saja yang digunakan sebagai penyalur insentif. Namun dengan adanya tambahan ini, maka ada 5 platfom digital yang digunakan untuk menyalurkan insentif.

Kelima platfom tersebut yakni, BNI, OVO, LinkAja, dan Gopay dan DANA. Nantinya 5 Platfom in yang akan menyalurkan insentif kepada peserta.

Baca Juga: Kartu PraKerja Gelombang 9 Dibuka, 5 Juta Orang Daftar Hari Ini

2. Sekitar 96% Insentif Digunakan Beli Bahan Pokok

Berdasarkan data dari 5 Agustus hingga 26 September ada sekitar 1,2 juta penerima insentif program kartu pra kerja. Dari jumlah tersebut, sebagian besar insentif digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.

Dari data dari hasil survey 96% peserta kartu pra kerja menggunakan insentif untuk membeli bahan pangan. Kemudian 75% memilih menggunakan insentif untuk membayar listrik.

Selain itu, 67% memilih menggunakan insentif untuk membeli bensin atau solar. Kemudian 65% diantaranya menggunakan insentif untuk membeli pulsa atau paket internet.

Lalu ada juga yang menggunakan insentif untuk transportasi yakni sebesar 57%. Selain itu, ada juga yang menggunakan sebagai modal usaha untuk modal usaha baru.

 

3. Ada 73% Peserta Kartu Pra Kerja Belum Pernah Ikut Pelatihan

Berdasarkan data survei, ada sekitar 73% peserta yang belum mendapatkan pelatihan ataupun kursus sebelumnya. Sehingga, para peserta tersebut merasa antusias untuk mengikuti pelatihan.

Kemudian lanjut Denni, rata-rata ada 2 jumlah pelatihan yang diambil oleh para peserta kartu pra kerja. Bahkan, ada salah satu peserta yang mengambil hingga 18 pelatihan.

Kemudian berdasarkan data juga rata-rata rating pelatihan adalah 4,8 hingga 5. Selanjutnya, rata-rata harga pelatihan yang dibeli peserta adalah Rp259.798

Para peserta kartu pra kerja ini akan memanfaatkan sertifikat untuk melamar pekerjaan. Sebab, sebagian besar dari mereka belum pernah mendapatkan pelatihan untuk bekerja.

4. Ada 11% Pengangguran yang Kini Dapat Pekerjaan

Berdasarkan hasil survey, ada sekitar 1,2 juta yang sudah menerima manfaat berupa insentif dan pelatihan. Dari hasil survey tersebut 58% peserta kartu pra kerja mampu meningkatkan dan mempertahankan status keberkejaannya di tengah situasi sulit akibat pandemi virus corona (covid-19).

Adapun rinciannya adalah ada 11% yang tadinya menganggur menjadi bekerja. Padahal pada data Februari 2020, ada sekitar 35% peserta kartu pra kerja yang menganggur.

Sementara itu, ada 47% peserta yang bekerja berhasil mempertahankan pekerjaannya. Berdasarkan data Februari, ada sekitar 65% peserta program kartu pra kerja yang memiliki pekerjaan.

5. PMO Cabut Kepesertaan 310.212 Peserta pra Kerja

Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Pra Kerja mencabut kepesertaan 310.212 penerima program. Angka tersebut merupakan peserta dari program kartu pra kerja dari gelombang 1 hingga 7. Jumlah 310.212 orang yang kepesertaannya dicabut disebabkan oleh berbagai hal.

Misalnya, karena para peserta tidak membelanjakan dana yang disediakan untuk membeli paket pelatihan. Padahal para peserta kartu pra kerja harus membelanjakan Rp1.000.000 untuk membeli paket pelatihannya setelah dicairkan.

Pencabutan status kepesertaan itu mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut diterangkan, penerima kartu pra kerja yang tidak memilih pelatihan dalam waktu 30 hari akan digugurkan sebagai peserta.

6. Ada Dana Lebih, Gelombang 11 Kartu Pra Kerja Bakal Dibuka?

PMO masih menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja terkait gelombang baru tersebut. Namun PMO mengaku sudah siap jika mendapatkan perintah untuk membuka kembali pendaftaran peserta kartu pra kerja gelombang 11.

Peluang terbukanya kembali pendaftaran kartu pra kerja gelopmbang 11 karena ada beberapa peserta yang dicabut kepesertaannya. Tercatat ada sekitar,310.212 yang status kepesertaannya dicabut karena beberapa hal.

Misalnya, karena para peserta tidak membelanjakan dana yang disediakan untuk membeli paket pelatihan. Padahal para peserta kartu pra kerja harus membelanjakan Rp1.000.000 untuk membeli paket pelatihannya setelah dicairkan.

Pencabutan status kepesertaan itu mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut diterangkan, penerima kartu pra kerja yang tidak memilih pelatihan dalam waktu 30 hari akan digugurkan sebagai peserta.

Dari kepesertaan yang dicabut itu, dana yang tak terpakainya akan dikembalik kepada bendahara negara. Atau opsi lainnya adalah mengupayakan agar insentif milik peserta yang gugur dapat digunakan untuk membuka gelombang lanjutan.

Sebagai gambaran, pemerintah sendiri memberikan insentif sebesar Rp3.550.000 kepada masing-masing peserta. Adapun rinciannya adalah Rp1.000.000 digunakan untuk biaya pelatihan.

Kemudian pemerintah akan memberikan insentif tambahan sebesar Rp2,4 juta yang akan diberikan masing-masing Rp600.000 selama 4 kali. Lalu pemerintah juga memberikan insentif untuk pengisian survey sebesar Rp150.000 kepada para peserta.

Jika dihitung, maka ada dana Rp1,10 triliun yang tidak terpakai dari peserta yang digugurkan. Angka tersebut didapat dari Rp3.550.000 dikalikan jumlah peserta yang digugurkan.

7. Ada Joko Kartu Pra Kerja, Tapi Ko Bukan Kriminal

Meskipun ditemukan beberapa joki kartu pra kerja, tapi PMO menilai joki Kartu Prakerja bukanlah suatu tindakan kriminal. Karena para joki ini hanya memberikan pelayanan untuk mendaftarkan diri ke program kartu pra kerja dengan bayaran yang sudah disepakati.

Menurut PMO, kasus seperti ini banyak terjadi di kalangan masyarakat kelas bawah karena kesulitan untuk mendaftarkan diri. Apalagi, seluruh proses pendaftaran ini dilakukan secara digital.

Oleh karena itu, mereka meminta bantuan untuk mendaftarkan dirinya ke program kartu pra kerja. Sebagai salah satu contohnya, ketika ingin mendaftar, orang tersebut kebingungan lalu meminta bantuan untuk mendaftarkan dengan imbalan uang Rp50.000.

Kemudian saat pencairan insentif peserta tersebut juga meminta bantuan untuk membuat rekening. Karena syarat agar insentif bisa cair adalah minimal harus memiliki akun bank atau dompet digital.

8. Ada Dua Tipe Joki Kartu Pra Kerja

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni Purbasari menjelaskan, ada 2 tipe joki yang menawarkan jasa pendaftaran Kartu Prakerja. Pertama, yang hanya menawarkan untuk pendaftaran, kedua yang memberi jaminan 100% lolos.

Yang menjadi konsen dari pihaknya adalah joki untuk tipe kedua. Menurutnya, joki yang berani menjaminkan 100% lulus murni penipuan.

Menurut Denni, tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin kelulusan program kartu pra kerja. Termasuk juga orang dalam karena sistem seleksinya dibuat terintegrasi.

Selain itu, dia juga memastikan tak ada 'orang dalam' di program ini. Pasalnya, semua seleksi dilakukan dengan algoritma yang terintegrasi 100%.

Tipe kedua adalah Joki yang mengatakan, Anda terjamin 100% diterima. Itu definitely penipuan. Karena tidak mungkin, sistem kami, algoritma kami itu bisa menjamin orang," kata Denni.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini