8 Fakta Program Kartu Prakerja, Ternyata Ada Joki

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 06:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 320 2295246 8-fakta-program-kartu-prakerja-ternyata-ada-joki-bdEHPD4x38.jpg Kartu Pra-Kerja (Foto: Okezone.com)

4. Ada 11% Pengangguran yang Kini Dapat Pekerjaan

Berdasarkan hasil survey, ada sekitar 1,2 juta yang sudah menerima manfaat berupa insentif dan pelatihan. Dari hasil survey tersebut 58% peserta kartu pra kerja mampu meningkatkan dan mempertahankan status keberkejaannya di tengah situasi sulit akibat pandemi virus corona (covid-19).

Adapun rinciannya adalah ada 11% yang tadinya menganggur menjadi bekerja. Padahal pada data Februari 2020, ada sekitar 35% peserta kartu pra kerja yang menganggur.

Sementara itu, ada 47% peserta yang bekerja berhasil mempertahankan pekerjaannya. Berdasarkan data Februari, ada sekitar 65% peserta program kartu pra kerja yang memiliki pekerjaan.

5. PMO Cabut Kepesertaan 310.212 Peserta pra Kerja

Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Pra Kerja mencabut kepesertaan 310.212 penerima program. Angka tersebut merupakan peserta dari program kartu pra kerja dari gelombang 1 hingga 7. Jumlah 310.212 orang yang kepesertaannya dicabut disebabkan oleh berbagai hal.

Misalnya, karena para peserta tidak membelanjakan dana yang disediakan untuk membeli paket pelatihan. Padahal para peserta kartu pra kerja harus membelanjakan Rp1.000.000 untuk membeli paket pelatihannya setelah dicairkan.

Pencabutan status kepesertaan itu mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut diterangkan, penerima kartu pra kerja yang tidak memilih pelatihan dalam waktu 30 hari akan digugurkan sebagai peserta.

6. Ada Dana Lebih, Gelombang 11 Kartu Pra Kerja Bakal Dibuka?

PMO masih menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja terkait gelombang baru tersebut. Namun PMO mengaku sudah siap jika mendapatkan perintah untuk membuka kembali pendaftaran peserta kartu pra kerja gelombang 11.

Peluang terbukanya kembali pendaftaran kartu pra kerja gelopmbang 11 karena ada beberapa peserta yang dicabut kepesertaannya. Tercatat ada sekitar,310.212 yang status kepesertaannya dicabut karena beberapa hal.

Misalnya, karena para peserta tidak membelanjakan dana yang disediakan untuk membeli paket pelatihan. Padahal para peserta kartu pra kerja harus membelanjakan Rp1.000.000 untuk membeli paket pelatihannya setelah dicairkan.

Pencabutan status kepesertaan itu mengacu pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020. Dalam beleid tersebut diterangkan, penerima kartu pra kerja yang tidak memilih pelatihan dalam waktu 30 hari akan digugurkan sebagai peserta.

Dari kepesertaan yang dicabut itu, dana yang tak terpakainya akan dikembalik kepada bendahara negara. Atau opsi lainnya adalah mengupayakan agar insentif milik peserta yang gugur dapat digunakan untuk membuka gelombang lanjutan.

Sebagai gambaran, pemerintah sendiri memberikan insentif sebesar Rp3.550.000 kepada masing-masing peserta. Adapun rinciannya adalah Rp1.000.000 digunakan untuk biaya pelatihan.

Kemudian pemerintah akan memberikan insentif tambahan sebesar Rp2,4 juta yang akan diberikan masing-masing Rp600.000 selama 4 kali. Lalu pemerintah juga memberikan insentif untuk pengisian survey sebesar Rp150.000 kepada para peserta.

Jika dihitung, maka ada dana Rp1,10 triliun yang tidak terpakai dari peserta yang digugurkan. Angka tersebut didapat dari Rp3.550.000 dikalikan jumlah peserta yang digugurkan.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini