10 Fakta UU Cipta Kerja di Mata Pengusaha

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 17 320 2295248 10-fakta-uu-cipta-kerja-di-mata-pengusaha-ppa5ieUK7T.jpeg Omnibus Law (Ilustrasi: Shutterstock)

3. UU Cipta Kerja beda Nasib dengan Paket Kebijakan Ekonomi

Rosan memastikan, UU Cipta Kerja tidak akan sama dengan paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pada 2018 lalu. Karena dalam UU Cipta Kerja.

Seperti diketahui, pemerintahan Joko Widodo pernah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi untuk mempermudah investor masuk ke Indonesia. Ada sekitar 16 paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan di bawah Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution pada 2018.

Namun sayangnya, kebijakan tersebut dinilai gagal karena masih banyak investor yang ogah datang ke Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah membuat UU Cipta Kerja yang tujuannya untuk memangkas semua hambatan dalam satu aturan saja.

Alasan UU Cipta Kerja tidak akan gagal karena semua hal yang berkaitan dan mempersulit investasi sudah dipangkas. Meskipun ada beberapa kekurangan namun dirinya meyakini hal tersebut akan disempurnakan dalam aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) ataupun Peraturan Presiden (Perpres).

4. Untuk meningkatkan daya saing investasi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani mengatakan, omnibus Law merupakan strategi reformasi regulasi agar penataan dilakukan secara sekaligus terhadap banyaknya peraturan Perundang-undangan. Mengingat, beberapa negara menggunakan cara omnibus law untuk memperbaiki regulasi guna meningkatkan iklim dan daya saing investasi.

Selain itu lanjut Hariyadi dengan adanya UU Cipta Kerja ini, diharapkan terjadi perubahan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 5,7% - 6%. Hal ini karena adanya penciptaan lapangan kerja sebanyak 2,7 juta hingga 3 juta per tahun.

Langkah ini juga menjadi sebuah kabar gembira bagi masyarakat. Karena penciptaan lapangan kerja yang luas ini bisa menampung 9,29 juta orang yang tidak atau belum bekerja.

5. Meningkatkan produktivitas pekerja

UU Cipta Kerja ini juga meningkatkan kompetensi pencari ke|ja dan kesejahteraan pekerja Peningkatan produktivitas pekerja yang mempengaruhi pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi.

Saat ini produktivitas Indonesia saat ini baru mencapai 74,4%. Angka ini masih berada di bawah rata-rata negara ASEAN yang mencapai 78,2%.

6. Sama-sama start dari 0

Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Iwan Setiawan Lukminto mengatakan, pengesahan UU Cipta Kerja ini sangat tepat jika diimplementasikan saat ini. Karena ini menjadi titik awal bagi Indonesia untuk meraup investor sebanyak-banyaknya.

Pasalnya, hampir semua negara juga memulainya dari nol. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus corona yang melumpuhkan perekonomian negara-negara di dunia tanpa terkecuali.

Adanya UU Cipta Kerja ini sangat baik karena ada kendala yang menghambat investasi dipangkas. Misalnya saja dari sisi perizinan yanh selama ini menjadi permasalahan klasiknyang sering terjadi.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini