Covid-19 Belum Berakhir, Kapan Mal Kembali Ramai?

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 18 Oktober 2020 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 18 320 2295496 covid-19-belum-berakhir-kapan-mal-kembali-ramai-zZvpN5p91i.jpg Mal Dibuka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pusat perbelanjaan dan aktivitas bisnis kini sudah mulai beroperasi kembali. Hal tersebut menyusul adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang diberlakukan di Pemerintah DKI Jakarta.

Senior Associate Director Retail Services Colliers International Indonesia Sander Halsema mengatakan, meskipun PSBB transisi, namun cukup berat jika tingkat kunjungan akan langsung tinggi dalam waktu dekat. Karena menurutnya, kebanyakan orang masih memiliki keraguan untuk keluar mengunjungi tempat umum.

Baca Juga: Ada Corona, Masyarakat Tak Mau Lama-Lama di Mal 

Karena meskipun sudah masuk ke dalam PSBB transisi, ancaman penyebaran virus corona masih ada, sehingga, masyarakat dan warga lebih memilih untuk berdiam diri di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona.

"Sedangkan untuk tingkat kunjungan, kami tidak melihat adanya peningkatan yang signifikan untuk beberapa waktu, karena meskipun sekarang pusat perbelanjaan sudah dibuka kembali, kebanyakan orang masih memiliki keraguan untuk keluar mengunjungi tempat umum dan tetap berhati-hati dengan situasi yang terjadi saat ini," ujarnya kepada Okezone, Minggu (18/10/2020).

 

Namun menurut Sander, peningkatan aktivitas mal akan terjadi khususnya di mal-mal besar. Namun masih membutuhkan waktu untuk meyakini masyarakat agar mau berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal.

"Akan ada sedikit peningkatan dalam aktivitas ke mal-mal besar, mirip seperti yang terjadi saat PSBB transisi pertama, tetapi Colliers memperkirakan peningkatan ini akan terjadi secara bertahap dari waktu ke waktu," jelasnya.

Namun secara keseluruhan lanjut Sander, dibukanya kembali aktivitas bisnis ini bisa membantu pemulihan ekonomi. Asalkan, para pelaku usaha dan masyarakat tetap mengikuti dan mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku.

"Dibukanya kembali pusat perbelanjaan, restoran dan toko-toko ritel lainnya untuk umum merupakan perkembangan positif, meskipun tetap adanya pembatasan pengunjung sebesar 50% dari total kapasitas," jelasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini