Catatan Pengembang Properti ke BP Tapera, dari Harga Rumah hingga Bunga

Michelle Natalia, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 470 2296006 catatan-pengembang-properti-ke-bp-tapera-dari-harga-rumah-hingga-bunga-R2TuzgMmzg.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menuturkan potensi bonus demografi sangat besar bagi bisnis sektor perumahan. Untuk itu perlu kerja sama strategis dari pemerintah, BP Tapera, perbankan dan pengembang dalam memanfaatkan peluang tersebut.

"Kerja sama yang perlu dilakukan salah satunya, BP Tapera harus menempatkan dana Tapera di bank, dengan begitu bank memiliki kecukupan likuiditas untuk menurunkan suku bunga KPR," ujar Totok dalam diskusi virtual di Jakarta, Senin(19/10/2020).

 Baca juga: Penyebab Masyarakat RI Masih Banyak Tinggal di Rumah Kumuh

Pemerintah, lanjut dia, juga perlu menjamin agar bunga pinjaman dari dana jangka panjang tersebut tidak tinggi (sama dengan tingkat inflasi).

“Ketersediaan dana ini diharapkan dapat mendukung penyediaan rumah bagi kelompok milenial, ASN, TNI, Polri, dan kelompok masyarakat kelas menengah lainnya yang tidak bisa masuk dalam program FLPP,” papar Totok.

 Baca juga: Sri Mulyani: Tinggal di Rumah Sehat Jadi Kebutuhan

REI melihat Tapera sebagai solusi penyedia dana jangka panjang bagi pembiayaan rumah bagi MBR, biaya tunjangan, dan tenor yang panjang.

"Sebagai asosiasi pengembang properti, REI menyambut baik keberadaan Tapera. Kami berharap Tapera bisa segera beroperasi secara efektif," tambahnya.Catatan Pengembang Properti ke BP Tapera, dari Harga Rumah hingga Bunga

Totok mengatakan, para pengembang berharap semua stakeholders dapat dikoordinasikan dengan baik, seperti Kementerian PUPR, bank mitra, dan pengembang atau pelaku usaha.

"Kami juga berharap akan paket-paket subsidi yang lebih luas cakupannya dari sisi harga rumah yang lebih dari Rp200 juta, dan juga dari sisi pasar," ungkapnya.

REI juga meminta agar Tapera melakukan review terhadap kebijakan dan semua mekanisme terkait pembiayaan rumah, memperbaiki yang masih kurang, dan meningkatkan pelayanan. Tidak lupa REI meminta proses dan mekanisme yang lebih cepat, tidak berbelit, dan tidak ada regulasi atau kebijakan yang bertambah tiap tahunnya.

"Perlu ada tata kelola yang baik dan transparan terhadap dana publik," pungkas Totok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini