1 Tahun Jokowi-Ma'ruf, RI Akan Jadi Raja Baterai dan Produsen Mobil Listrik Dunia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296417 1-tahun-jokowi-ma-ruf-ri-akan-jadi-raja-baterai-dan-produsen-mobil-listrik-dunia-zO0buiujFY.jpg Jokowi dan Wapres (Foto: Setwapres)

JAKARTA – Waktu satu tahun bukanlah sebuah perjalanan yang lama bagi sebuah pemerintahan di suatu negara. Tepat pada hari ini, Selasa (20/10/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin resmi menjadi pemimpin Indonesia selama 365 hari.

Lika-liku dinamika politik dan kondisi perekonomian banyak dilalui oleh keduanya serta jajaran kabinet Indonesia Maju. Sebab, di periode kedua Jokowi ini, orang nomor satu di Indonesia itu harus menjalani pemerintahan dengan terpaan pandemi Covid-19.

Wabah itu mengakibatkan sejumlah alokasi uang di dalam APBN 2020 harus direalokasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Tanah Air. Terhitung, anggaran sebesar Rp695,2 triliun ditetapkan menjadi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca Juga: 4 Fakta Proyek Nikel USD20 Miliar, China Lirik Mobil Listrik RI 

Dana itu digunakan untuk penanganan masalah kesehatan hingga berbagai stimulus kepada dunia usaha yang terancam bangkrut.

Namun, pandemi itu tak membuat pemerintah Jokowi-Ma’ruf berhenti membuat terobosan agar nama Indonesia kian harum di kancah Internasional. Salah satu program yang sedang dirancang adalah menciptakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Baca Juga: RI Bakal Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar 

Inovasi itu dipilih lantaran pemerintah ingin meningkatkan value chain nikel nusantara yang berlimpah bertujuan untuk memanfaatkan keuntungan sekaligus membangun industri baterai lithium di dalam negeri.

 

Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, khususnya nikel diyakini mampu menghasilkan baterai yang berkualitas tinggi. Bahkan, setidaknya 20% baterai di dunia disebut-sebut berasal dari Indonesia.

Pengerjaan proyek KBLBB itu akan dipimpin oleh Mind Id atau Inalum dengan anggota holding, yaitu PT Aneka Tambang Tbk, serta bersama PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Holding BUMN itu tentu akan bekerjasama dengan para investor dari luar negeri untuk membantu mewujudkan Indonesia menjadi produsen mobil listrik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan, hilirisasi industri minerba, terutama nikel mendapat respons positif dari investasi luar negeri. Investor tersebut adalah Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China dan LG Chem Ltd asal Korea.

Dua produsen electric vehicle (EV) Battery untuk kendaraan listrik terbesar dunia itu mengisyaratkan akan bergabung dengan proyek investasi senilai USD 20 miliar yang digunakan sebagai pengembangan rantai pasokan nikel di Tanah Air.

Menurut dia, kehadiran investor asing itu menunjang program industri nasional. Erick mengaku yakin, aspek keberlanjutan terus berkembang dan mendukung ketahanan energi Indonesia.

"Indonesia selama ini dikenal sebagai produsen dan eksportir nikel, bahan baku utama EV Battery, terbesar dunia yang menguasai 27% kebutuhan pasar global," ujar Erick melalui siaran pers, Jakarta, Rabu 14 Oktober 2020.


Lokasi Pembangunan Pabrik

 

Holding BUMN pertambangan Mind Id atau Inalum telah menetapkan lokasi pembangunan pabrik baterai. Tak hanya itu, manajemen perseroan plat merah itu juga menargetkan proses pembangunan pabrik dilakukan 2-3 tahun ke depannya.

Direktur Utama Mind Id Orias Petrus Moedak menyebut, pihaknya sudah menetapkan sejumlah lokasi pembangunan pabrik. Dalam catatan manajemen, ada sejumlah lokasi yang dipilih yang nantinya menjadi kosentrasi pembangunan. Ketiganya adalah, Halmahera di Maluku Utara, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Dia menjelaskan, peningkatan permintaan terhadap baterai itu tumbuh seiring dengan meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik dan penyimpanan energi. Bahkan, pada 2027 diperkirakan permintaan batrei Li-ion akan mencapai 800 GWh.

“Di dunia itu demand hampir 800 GWh, pertumbuhannya cukup pesat, kurang lebih naik 22% sejak 2020 hingga 2027 nanti. Ekspektasi kita bahwa demand industri sangat akan besar untuk kendaraan listrik listrik,” ujar Orias dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Kamis 15 Oktober 2020.

Tahun Depan, Mobil Listrik Ditargetkan Jadi Kendaraan Dinas Pemerintah

KBLBB direncanakan menjadi kendaraan dinas resmi lembaga pemerintah. Dengan demikian, maka nantinya kementerian, lembaga, BUMN hingga BUMD akan menggunakan kendaraan listrik ini.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Ayodhia GL Kalake menjelaskan, untuk itu diperlukan surat edaran dari institusi terkait.

"Dan ditargetkan mulai tahun 2021 hingga tahun 2024 sudah terwujud," ungkap dia dilansir dari laman Kemenko Marves.

Sementara, lanjut dia, KBLBB roda dua produksi dalam negeri sudah masuk ke dalam e–catalogue inovasi. Pemerintah sendiri terus berupaya memperkuat komitmen untuk terus mengembangkan ekosistem kendaraan listrik ini.

“Pemerintah sangat berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan KBLBB. Pemerintah berharap ini menjadi pilihan utama, tetapi memang harus bertahap, dengan terus memberikan dukungan penuh,” ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini