Bibit Vaksin Merah Putih Segera Diserahkan ke Bio Farma

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296774 bibit-vaksin-merah-putih-segera-diserahkan-ke-bio-farma-1E9hEUQas1.jpg Vaksin Merah Putih Segera Diserahkan ke Bio Farma. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mencatat Vaksin Merah Putih sudah dapat diuji coba pada hewan. Karena itu, ditargetkan pada awal 2021, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Indonesia akan menyerahkan bibit vaksin tersebut kepada PT Bio Farma (Persero).

Menteri BRIN Bambang Brodjonegoro mengutarakan, penyerahan bibit vaksin kepada Bio Farma pada awal tahun depan merupakan target tercepat yang diharapkan pemerintah. Setelah penyerahan tersebut, pihak Bio Farma akan melakukan tindak proses vaksinasi tersebut.

Baca Juga: Sudah Impor, Menristek Buka-bukaan soal Nasib Vaksin Merah Putih

“Diperkirakan bisa paling cepat di awal tahun depan (2021) bisa diserahkan bibit vaksinya ke Bio Farma, itu adalah yang dari Eijkman dan UI karena tahapannya sudah mendekati atau sudah masuk ke tahap uji hewan,” ujar Bambang dalam Webinar, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Untuk memperkuat vaksin tersebut, pihak BRIN terus melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mempelajari karakter virus yang bertransmisi di Indonesia. Saat ini, Brin sudah mengirimkan sebanyak 114 WGS kepada GISAID yang merupakan bank data virus influenza di dunia.

Selain itu, dalam proses pembuatan Vaksin Merah Putih, pemerintah melibatkan sejumlah lembaga dan institusi perguruan tinggi di dalam negeri. Tercatat ada enam institusi dan lembaga yang bergabung dalam tahapan awal produksi Vaksin Merah Putih.

Baca Juga: Bocoran Wapres soal Vaksin Covid-19, Siap Disuntik?

Di antaranya, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang mengembangkan vaksin Merah Putih dengan dua platform yaitu sub unit protein rekombinan dan inactivated virus. Kemudian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan fusi.

Sementara perguruan tinggi yang terlibat adalah Universitas Indonesia (UI) yang mengembangkan vaksin dengan platform DNA, mRNA, dan virus-like-particles. Institut Teknologi Bandung mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus. Serta, Universitas Airlangga mengembangkan vaksin dengan 2 platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV).

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengatakan, pengembangan Vaksin Merah Putih tetap relevansi dengan kebutuhan, meski di saat yang bersamaan pemerintah terus mengimpor ratusan juta vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi asal luar negeri. Karena itu, produksi Vaksin Merah Putih diprioritaskan untuk jangka menengah-panjang.

"Vaksin Merah Putih tetap relevan, kemungkinan besar vaksin dari manapun tidak akan bertahan seumur hidup, misal divaksin 2021, ada kemungkinan 2022 dan 2023 divaksin lagi, maka vaksin merah putih kami dikondisikan untuk jangka menengah panjang," ujar Bambang saat Webinar HUT ke-56 Partai Golkar secara virtual, Selasa (20/10).

Vaksin buatan anak bangsa juga dinilai tetap diperlukan mengingat besarnya jumlah penduduk Indonesia. Kehadiran vaksin ini, kata Bambang, merupakan upaya pemerintah agar tidak terus menerus bergantung pada vaksin impor untuk jangka panjang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini