Anggaran Uji Klinis Vaksin Merah Putih Rp40 Miliar, Begini Alurnya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2020 18:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 20 320 2296795 anggaran-uji-klinis-vaksin-merah-putih-rp40-miliar-begini-alurnya-2UqvUgdz1N.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Anggaran uji klinis vaksin Merah Putih diperkirakan sebesar Rp30 miliar-Rp 40 miliar. Dengan begitu akan ada ratusan miliar yang nantinya digelontorkan pemerintah bila dikalikan dengan jumlah kandidat vaksin yang diuji coba.

"Mungkin lebih besar nanti kalau sudah uji klinis. Per uji klinis bisa Rp30 miliar-Rp40 miliar, nilai ini bisa dikalikan jumlah vaksin yang diuji," ujar Menteri Riset dan Teknologi atau Badan Riset Inovasi Nasional (Brin) Bambang Brodjonegoro dalam webinar, Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Bambang mengutarakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran tersebut. Untuk tahap awal, pemerintah sudah menggelontorkan sebesar Rp10 miliar. Anggaran itu digunakan untuk riset dan pengembangan vaksin Merah Putih yang dilakukan di laboratorium Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

Di mana, Eijkman menggunakan dana tersebut untuk tahapan finalisasi pengujian pada hewan atau sebelum melangkah ke uji vaksin Merah Putih pada manusia.

Dalam proses pembuatan vaksin Merah Putih, pemerintah melibatkan sejumlah lembaga dan institusi perguruan tinggi di dalam negeri. Tercatat ada enam institusi dan lembaga yang bergabung dalam tahapan awal produksi vaksin Merah Putih. Keenamnya institusi tersebut mengembangkan vaksin dengan platform dan metode masing-masing.

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, misalnya, mengembangkan vaksin Merah Putih dengan dua platform yaitu subunit protein rekombinan dan inactivated virus. Kemudian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang bertugas mengembangkan vaksin dengan platform protein rekombinan fusi.

Sementara perguruan tinggi yang terlibat adalah Universitas Indonesia (UI) yang mengembangkan vaksin dengan platform DNA, mRNA, dan virus-like-particles. Institut Teknologi Bandung mengembangkan vaksin dengan platform adenovirus serta, Universitas Airlangga mengembangkan vaksin dengan 2 platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV) dan terakhir adalah UGM.

"Untuk yang lain, kami akan cek kebutuhan anggarannya tapi kami perkirakan tidak berbeda jauh dengan Eijkman," kata dia.

 

Brin juga mencatat, vaksin merah putih sudah dapat diuji coba pada hewan. Karena itu, ditargetkan pada awal tahun 2021 Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Universitas Indonesia akan menyerahkan bibit vaksin merah putih kepada PT Bio Farma (Persero).

Bambang mengutarakan, penyerahan bibit vaksin kepada Bio Farma pada awal tahun depan merupakan target tercepat yang diharapkan pemerintah. Setelah penyerahan tersebut, pihak Bio Farma akan melakukan tindak proses vaksinasi tersebut.

“Diperkirakan bisa paling cepat di awal tahun depan (2021) bisa diserahkan bibit vaksinnya ke Bio Farma, itu adalah yang dari Eijkman dan UI karena tahapannya sudah mendekati atau sudah masuk ke tahap uji hewan,” ujar Bambang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini