Belajar Bisnis Ikan Cupang Skala Rumah Tangga

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 455 2297277 belajar-bisnis-ikan-cupang-skala-rumah-tangga-pTpwBxraM5.jpg Ikan Cupang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas terbatas dan beberapa orang memilih untuk menghabiskan waktu di rumah saja. Berdiam diri di rumah, tentu akan menimbulkan kejenuhan.

Demi menghilangkan rasa bosan, kini banyak orang yang mulai mengalihkannya dengan memelihara tanaman dan ikan hias. Salah satu ikan yang menjadi favorit masyarakat, yaitu Ikan Cupang.

Baca Juga: Sri Mulyani Senang Generasi Milenial Mulai Investasi SBN

Namun, ternyata jenis ikan tersebut bisa juga menjadi ladang bisnis, jika Anda bisa merawat benihnya dengan baik. Dikutip dari Instagram kkpgoid, Rabu (21/10/2020), berikut tips-tips untuk menghasilkan benih Cupang yang berkualitas.

Seleksi Induk :

- Untuk pembenihan, pilih induk jantan usia 4-8 bulan, sedangkan induk betina > 5 bulan

- Ikan Cupang jantan memiliki gerakan lebih lincah, sirip, dan ekornya melebar serta mengembang, tubuhnya lebih besar dari betina dan warna tubuhnya lebih cerah

- Ikan Cupang betina gerakannya lebih lamban, sirip dan ekornya lebih pendek, tubuhnya lebih kecil dan gelap

Wadah pemijahan :

- Siapkan wadah pemijahan yang diisi air setinggi 10-15cm

- Masukkan tanaman air seperti kapu-kapu, eceng gondok atau jenis lainnya ke dalam wadah sebagai tempat berlindung

- Biarkan selama minimal 1-2 hari untuk wadah siap digunakan

Pemijahan :

- Masukkan Ikan Cupang jantan terlebih dahulu ke dalam wadah pemijahan lalu diikuti betina setelah gelembung terlihat dalam wadah

- Tutup dengan kertas atau simpan wadah di tempat yang terhindar dari suara bising karena Ikan Cupang sensitif saat kawin

- Biarkan selama 12-24 jam, di mana waktu pemijahan biasanya berlangsung pagi atau sore-hari

Pasca pemijahan :

- Angkat induk betina karena induk jantan akan memunguti telur yang sudah dibuahi dengan mulutnya dan meletakkannya di gelembung yang sudah dibuat sebelumnya

- Dalam kurang lebih satu hari, telur-telur akan menetas menjadi burayak

- Burayak yang baru menetas tidak perlu diberikan pakan karena masih ada nutrisi yang terbawa dalam telur

Pemeliharaan benih :

Setelah 2 hari. pindahkan burayak ke wadah pemeliharaan yang lebih luas, beri pakan alami berupa larva nyamuk dengan frekuensi 3-4 kali sehari.

Ganti air secara berkala dan cek apakah terjadi penumpukan kotoran dan sisa pakan pada dasar wadah pemeliharaan. Jika tidak diperhatikan, tumpukan ini akan menimbulkan penyakit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini