Bingung Pilih Investasi saat Resesi? Reksadana Dijamin Cuan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2020 10:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 21 622 2297046 bingung-pilih-investasi-saat-resesi-reksadana-dijamin-cuan-MoTuBWVpxO.jpg Investasi (Shutterstock)

JAKARTA - Resesi yang akan menimpa Indonesia pada kuartal III-2020 mendatang membuat sejumlah investor pemula kebingungan untuk memilih produk invetasi. Di tengah krisis seperti ini, tentu yang menjadi pertimbangan seseorang mengeluarkan uang untuk berinvestasi adalah rasa aman dan nyaman.

Fouder Wealth Tree ID Mattheus Raharja mengatakan satu-satunya produk investasi yang harus dipilih, yaitu reksadana pasar uang. Sebab, di sana seluruh investor tak akan khawatir akan uangya bakal raib dan susah dicairkan ketika sedang membutuhkan uang tunai.

 Baca juga: Cara Pintar Pensiun bagi Milenial agar Sejahtera

"Yang paling aman dan nyaman dan liquid bisa memulai dengan salah satu instrumen investasi, yaitu yang reksadana," kata Mattheus dalam acara Live Instagram MNC Asset Management, Selasa (20/10/2020).

Tak hanya itu, manfaat lainnya adalah jika menamkan uang di reksadana, maka jumlahnya pun akan bertambah setiap hari. Sehingga, bisa memilih untuk menabung di bank atau menyimpan fulus di bawah bantal, maka nilainya tak akan pernah bertambah.

 Baca juga: Dua Pertiga Masyarakat Mulai Kurangi Pengeluaran di Tengah Covid-19

"Kalau misalkan yang saya lakukan, kalau pegang uang, itu uangnya enggak bertumbuh. Investasi reksadana pasar uang, sangat liquid dan tidak fluktuatif. Itu bisa dimulai dari Rp10 ribu dan Rp100 ribu. Berapapun dana yang kalian punya tempatkan di reksadana pasar uang," ujarnya.

Dia menjelaskan ihwal keuntungan lainnya dengan cara menanam investasi di reksadana. Misalnya, memilih untuk menabung dengan membuka rekening deposito pun bunganya masih kalah besar dengan produk tersebut.

Sebagai informasi, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal (investor). Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

"Karena kalau di deposito atau di tabungan konvensional hanya jadi singular investor, tapi kalau di reksadana itu sebuah wadah yang dikelola oleh manajer investasi yang memang dipercaya dan sudah terdatar dan diawasi oleh OJK. Reksadana bisa sekitar 5% dan bisa diambil dalam waktu manapun. Yang paling keren bertumbuh setiap hari naik dananya. jadi kalau di total per tahun itu sekitar 5%," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini