Harga Minyak Anjlok Akibatnya Turunnya Permintaan Bensin

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 320 2297573 harga-minyak-anjlok-akibatnya-turunnya-permintaan-bensin-Xp5vPi9ASc.jpg Harga Minyak Anjlok. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

 JAKARTA - Harga minyak turun hingga 4% setelah angka inventaris di Amerika Serikat (AS) menunjukkan penurunan permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) karena lonjakan kasus Covid-19 global.

Minyak mentah berjangka Brent turun USD1,51 atau 3,5% menjadi USD41,64 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup turun 4% atau USD1,67, menjadi USD40,03.

Baca Juga: Harga Minyak Stabil Namun di Bawah Tekanan

Penurunan harga minyak terjadi setelah persediaan minyak mentah turun 1 juta barel dalam sepekan hingga 16 Oktober menjadi 488,1 juta barel. Namun saat stok bensin naik, terjadi melemahnya permintaan bahan bakar.

Produk bensin yang dipasok keseluruhan tetap turun 13% pada tahun ini atau menurun selama empat minggu terakhir jika dibandingkan dengan periode tahun lalu.

"Pasar secara serius bergulat dengan permintaan setelah terus meningkatnya kasus Covid-19," kata Analis Pasar Energi CHS Hedging Tony Headrick, dilansir dari CNBC, Kamis (22/10/2020).

Kasus Covid-19 di seluruh dunia melampaui angka 40 juta orang, dengan beberapa negara bagian di Eropa kembali memberlakukan langkah penguncian wilayah.

"Brent sangat terekspos ke kawasan Eropa yang sedang menjalani lockdown baru," kata Headrick.

Baca Juga: Harga Minyak Turun Tipis di Tengah Lonjakan Kasus Corona

Awal tahun ini, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC +) sepakat memangkas pengurangan produksi pada Januari dari 7,7 juta barel per hari (bph) menjadi sekitar 5,7 juta barel per hari.

Pada saat yang sama, anggota OPEC Libya, yang dibebaskan dari pemotongan tersebut, juga meningkatkan produksi setelah konflik bersenjata menutup hampir semua produksinya pada bulan Januari. Produksi telah pulih menjadi sekitar 500.000 bpd dengan Tripoli mengharapkan angka itu menjadi dua kali lipat pada akhir tahun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini