8 Strategi Mendag Menggenjot Produk Halal di Kancah Global

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 24 Oktober 2020 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 24 320 2298985 8-strategi-mendag-menggenjot-produk-halal-di-kancah-global-F4UT0QHjzn.jpg Mendag Agus Suparmanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mencatat, ada delapan strategi pemerintah untuk meningkatkan ekspor produk halal di sejumlah negara. Kedelapan strategi tersebut dengan menggabungkan berbagi instrumen pemerintah yang tersedia saat ini.

"Jumlah konsumen produk halal di Indonesia berada di tingkat ke-1 di dunia, namun produsen produk halal hanya di peringkat ke-10. Karena itu, kami mengajak bapak ibu sekalian bersama-sama bahu-membahu mencari solusi terbaik untuk memecahkan permasalahan dan memanfaatkan peluang ini di sektor perdagangan," ujar Agus, Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

 Baca juga: Indonesia Jadi 5 Negara Produsen Halal, di Bawah Malaysia hingga Arab Saudi

Agus pun merinci kedelapan strategi yang sudah disusun tersebut antara lain, pertama, fokus produktif dan pasar. Dimana, produk halal akan diprioritaskan bagi sektor makanan dan minuman. Lalu, kosmetik, obat-obatan, travel, finance, fashion, media, healthcare, dan pendidikan.

Kedua, relaksasi bahan baku impor untuk industri tujuan ekspor. Ketiga, peningkatan daya saing produk melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) dibawah Ditjen PEN Kemendag.

 Baca juga: Menuju Produsen Halal Dunia, Ma'ruf Amin: Harus Lakukan Substitusi Impor

Keempat, penguatan akses pasar. Di antaranya melalui pameran Trade Expo Indonesia Virtua Exhibition pada 10-16 November mendatang, World Dubai Expo pada Oktober 2021- Maret 2022, dan pemanfaatan fasilitas FTA, CEPA, EPA, serta PTA.

Kelima, Optimalisasi E-commerce menyusul kian meningkatnya pemanfaatan digitalisasi di berbagai negara. Keenam, optimalisasi UKM berorientasi ekspor. Ketujuh, peningkatan ekspor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Pos Lintas Batas Negara (PLN). Kedelapan, optimalisasi sistem resi gudang untuk komoditas ekspor.

Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, pemerintah akan akan memanfaatkan instrumen kebijakan seperti kebijakan relaksasi ekspor dan impor untuk produk halal tujuan ekspor. Serta, menguatkan akses pasar produk halal Indonesia di pasar luar negeri dengan menggunakan sarana atau pun komunikasi mitra neraca perdaganagan Indonesia di 31 negara dan 46 tempat.

"Kami juga memiliki berbagai program untuk menguatkan pelaku usaha ekspor produk halal. Salah satu langkah konkrit yang kami laksanakan adalah turut serta dalam memfasilitasi penyelenggara sertifikasi halal bagi UMKM. Ini merupakan kerja sama antara kementerian perdagangan dengan lintas instansi yakni kementerian dan lembaga yang turut serta dalam kegiatan ini, di anataranaya Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN, serta Komite Nasional dan Keuangan Syariah," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini