Indonesia Jelang Resesi, Begini 4 Faktanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 08:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 25 320 2299273 indonesia-jelang-resesi-begini-4-faktanya-UisoBjEarx.jpg Indonesia Terancam Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Masyarakat Indonesia dihantui rasa ketakutan terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020. Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2020 akan mengumumkan apakah Indonesia mengalami resesi atau tidak.

Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai Indonesia juga akan masuk ke jurang resesi pada pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) 5 November mendatang.

Berikut adalah fakta jelang pengumuman resesi ekonomi Indonesia yang dirangkum Okezone, Senin (26/10/2020):

1. Ekonomi Global Masih Penuh Ketidakpastian

Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, hingga kini keadaan ekonomi global masih penuh ketidakpastian. Kegiatan perdagangan di manapun terlihat belum menunjukkan adanya peningkatan seperti sebelum adanya Covid-19.

"Ini masih saling mengintip dan belum menuju keseimbangan. Ini sebenarnya posisinya, kira-kira sampai hari ini belum terlihat pemenangnya siapa. Semua masih penuh ketidakpastian," kata Enny dalam acara Jakarta Geopolitical Forum (JGF) IV/2020 di Gedung MNC Tower, Jakarta.

2. IHSG Masih Terkoreksi

Menurut Ekonom Indef, Enny Sri Hartati, indikasi itu bisa terlihat dari pergerakan perdagangan di pasar saham dan pasar modal yang masih stagnan, sehingga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi.

"Jadi kalau kita lihat ini baik melalui pasar saham atau modal dan portofolio inflow masih wait and see dan tertahan. IHSG masih terkoreksi," ujarnya.

3. Vaksin Covid-19, Tak Lantas Perbaiki Ekonomi RI

Ekonom Indef, Enny Sri Hartati meneybut meskipun kini sudah digaungkan kalau vaksin Covid-19 sudah akan diedarkan pada 2021, tapi itu tak lantas memperbaikiki kondisi perekonomian.

"Artinya, apakah kondisi keseimbangan agar segera tercipta vaksin dalam waktu dekat, misalnya 2021 covid ini sudah relatif dikendalikan karena vaksinnya sudah ditemukan," kata dia.

4. Pengusaha Diminta Siapkan Cash Flow hingga 2022

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, para pengusaha harus siap siaga untuk menyediakan cash flow yang berlebih. Tujuannya adalah agar perusahaan bisa bertahan paling tidak hingga 2022.

Pasalnya, meskipun pandemi ini diprediksi akan berakhir tahun depan. Namun, ketidakpastian akibat pandemi diprediksi masih akan membayangi dunia usaha

“Saya rasa fokus kita ke depan sama seperti perusahaan-perusahaan lain adalah memastikan cashflow cukup kuat. Ini kalau saya bilang lebih baik bapak ibu menyiapkan (cashflow) sampai akhir tahun 2022,” ujarnya saat dalam diskusi virtual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini