Mendag Geber Ekspor Produk Bedak hingga Parfum

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 17:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 320 2301242 mendag-geber-ekspor-produk-bedak-hingga-parfum-7nSNCYVNxN.jpg Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto melepas ekspor produk kecantikan dan perawatan. Ada 6 kontainer produk kecantikan dan perawatan dengan nilai Rp22,9 miliar yang di ekspor ke Malaysia.

Menurutnya, peluang ekspor produk kosmetik masih terbuka lebar. Mengingat permintaan dunia untuk produk kosmetik dan parfum tercatat sebesar USD82,40 miliar.

Baca Juga: Ekspor Indonesia ke Negara OKI Diacungi Jempol tapi....

Sementara itu, ekspor produk kosmetik Indonesia berhasil mencatatkan nilai ekspor USD135,67 juta pada periode Januari hingga Agustus 2020. Adapun negara tujuan ekspor utamanya yaitu Thailand dengan pangsa 18,89% dari total ekspor dan Singapura 16,58%.

Sementara Malaysia yang menjadi tujuan kontainer ekspor kali ini berada di posisi ke-3 dengan pangsa sebesar 10,71%. Selanjutnya diikuti Filipina 9% dan Jepang 6,04%.

Baca Juga: Ekspor RI ke Negara OKI Surplus USD2,2 Miliar

“Diharapkan dengan pelepasan ekspor ini, produk kosmetik ini dapat dikenal tidak hanya pada kancah domestik, tapi juga pasar internasional,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10/2020).

Mendag menuturkan, masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor produk kosmetik Indonesia secara global.

Saat ini Kementerian Perdagangan juga tengah mendorong dan terus menjaga kinerja ekspor non migas. Mengingat, selama periode pandemi, ekspor non migas menunjukan hasil yang menggembirakan di tengah tekanan ekonomi global.

Sebagai gambaran, pada periode Januari hingga September 2020, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD13,51 miliar yang dihasilkan dari surplus sektor nonmigas sebesar USD18,18 miliar dan defisit neraca sektor migas sebesar USD4,66 miliar.

Ekspor nonmigas pada September 2020 tercatat USD 13,31 miliar. Angka ini naik 0,21% dibanding September 2019.

“Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga kinerja ekspor nonmigas agar tidak turun tajam di tengah tekanan ekonomi global dan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengatur impor barang konsumsi secara selektif untuk melindungi pelaku usaha di dalam negeri sehingga surplus neraca perdagangan dapat terjaga selama lima bulan berturut-turut,” jelasnya

Mendag juga menjelaskan upaya pemerintah dalam menjaga kinerja perdagangan luar negeri tahun ini. Misalnya memberi stimulus ekonomi nonfiskal serta mengamankan ketersediaan alat kesehatan untuk mendukung upaya penanganan pandemi dan mendukung potensi kinerja ekspor alat kesehatan, serta memanfaatkan forum kerja sama perdagangan internasional demi mengurangi hambatan perdagangan yang justru menguat di masa pandemi.

Selain itu, Kemendag kini tengah menyiapkan gelaran Trade Expo Indonesia Virtual Exhibition yang dijadwalkan berlangsung pada 10 - 16 November 2020.

“Hal ini menunjukkan kinerja ekspor nonmigas pada September 2020 kembali, bahkan melampaui level kinerja ekspor September tahun lalu saat pandemi belum terjadi. Peningkatan ekspor nonmigas September 2020 disebabkan melonjaknya ekspor sektor pertanian dan industri, masing-masing sebesar 20,8% dan 7,4% (MoM),” jelasnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini