Ditunggu Banyak Investor, Kawasan Industri Batang Dikebut

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 31 Oktober 2020 10:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 31 320 2301918 ditunggu-banyak-investor-kawasan-industri-batang-dikebut-gWDmwHY1s6.jpg Kawasan Industri (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang fase 1 seluas 450 Hektare (Ha) terus dikebut. Mengingat kehadiran KIT di Batang ini sudah banyak ditunggu oleh calon investor.

Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad mengatakan, KIT Batang menjadi salah satu program pemerintah untuk mendorong penguatan di sektor Industri di Indonesia. Sehingga ekonomi Indonesia juga bisa meningkat seiring dengan geliat industri.

“KIT Batang merupakan bagian dari program Pemerintah untuk mendorong penguatan sektor Industri di Indonesia. Oleh sebab itu, perseroan selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2020).

Baca Juga: 27 Kawasan Industri Disiapkan Tampung Duit Investor Asing 

Oleh karena itu, pihaknya bersama dengan mitra lainnya akan terus mendorong agar penyelesaian kawasan Industri ini bisa tepat waktu. Sehingga manfaat dari pembangunan ini bisa terasa bagi perekonomian negara.

“Perseroan optimistis pembangunan Fase I ini dapat selesai sesuai dengan yang ditargetkan oleh Pemerintah,” ucapnya.

Wajar saja kawasan Industri di Batang ini banyak ditunggu investor. Mengingat, dalam pembangunan KIT Batang tahap 1 ini akan dibangun beberapa fasilitas pendukung dan konektivitas kawasan, seperti Akses Sementara Kawasan, Simpang Susun Tol KM 371+800, Jalan Sekunder sepanjang 11,4 km, Jalan Utama sepanjang 5,2 km, Marketing Gallery, Perluasan Stasiun dan Dryport, Jaringan Listrik, Supplai Air Baku, Rumah Susun Sederhana Sewa, dan IPAL Sampah.

Saat ini, pembangunan KIT ini sendiri tengah mempercepat progres pekerjaan pembangunan jalan akses sementara. Selain itu, perizinan dam pembangunan marketing galeri juga tengah dipercepat.

“Adapun progres pekerjaan lapangan yang tengah dilakukan oleh PTPP, antara lain: pembangunan Jalan Akses Sementara telah mencapai progres sebesar 90%, Clearing & Grubbing Zona 1 dengan progres sebesar 44,8%, Cut & Fill Zona 1 dengan progres sebesar 1,32%, dan marketing gallery dengan progres sebesar 65%,” jelasnya.

Sebagai informasi, KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar. Pengembangan kawasan yang terletak di koridor industri utara pulau Jawa ini didasarkan pada konsep The Smart & Sustainable Industrial Estate untuk merespons revolusi industry 4.0 di Indonesia maupun global.

KIT Batang ini dilayani oleh lima jaringan infrastruktur utama yang memiliki konektivitas langsung dengan jalur kereta api yang menghubungkan pusat-pusat industri di sepanjang Pulau Jawa, terjangkau oleh 4 pelabuhan besar, tiga pelabuhan barang, 1 bandara internasional, akses Jalan Tol Trans Jawa, dan akses Jalan Nasional Rute 1 Pantura. Lokasinya yang strategis membuat KIT Batang menjadi pilihan yang optimal untuk investasi kawasan industri maupun tempat tinggal di masa depan.

KIT Batang memiliki luas keseluruhan 4.300 hektare dan dibagi menjadi 3 Klaster. Adapun Klaster 1 merupakan klaster yang akan dikembangkan pada Fase 1, khususnya pada lahan seluas 450 hektare.

Dari total luasan lahan sebesar 4.300 hektare tersebut akan digunakan untuk rencana guna lahan sebesar 38,20% sebagai area industri dimana 37,45% sebagai gross non-saleable area dan 62,55% akan digunakan sebagai gross saleable area.

Adapun rincian pembagian 3 klaster tersebut, yaituKlaster 1 seluas 3.100 hektare akan dilakukan pengembangan Industrial Estate & Industrial Township (“Distrik Kreasi”), Klaster 2 seluas 800 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Inovasi & Township (“Distrik Inovasi”), dan Klaster 3 seluas 400 hektare akan digunakan untuk pengembangan Pusat Rekreasi & Township (“Distrik Rekreasi”).

Adapun pengembangan lahan Fase 1 seluas 450 haktare ini masuk ke dalam rencana pengembangan Klaster 1, yaitu Distrik Kreasi.

Dalam Klaster 1 – Distrik Kreasi, tata guna lahan yang akan dikembangkan untuk area industri sebesar 49,17% dimana untuk gross non-saleable area sebesar 66,40% dan gross saleable area sebesar 33,60%. Dalam pengembangan Distrik Kreasi ini akan menciptakan lapangan pekerjaan untuk 205.664 pekerja.

Sedangkan untuk Klaster 2 – Distrik Inovasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross non- saleable area sebesar 57,36% dan gross saleable area sebesar 42,64% dengan menciptakan lapangan kerja untuk 49.254 pekerja. Sedangkan untuk Klaster 3 Distrik Rekreasi, tata guna yang akan digunakan untuk gross non-saleable area sebesar 29,12% dan gross saleable area sebesar 70,88% dengan menciptakan lapangan kerja 56.392 pekerja.

Dalam pengembangan KIT Batang Fase 1 seluas 450 hektare tersebut Secara umum, kawasan ini direncanakan menjadi kawasan industri terpadu yang didukung oleh beragam fungsi pendukung. Tata guna lahan industri mendominasi kawasan memiliki rasio sebesar 61.7% dan terdiri dari lot-lot industri 57.8%, dan logistic park 3.9%yang berada di dekat dryport dan stasiun, Dryport dan stasiun yang dikembangkan pada tahap ini memiliki area total 33.6 ha, yaitu sekitar 7.4%.

Selain itu, terdapat beberapa area komersial sebesar 1.9% yang terdiri dari pusat kegiatan kabupaten, kantor pengelola, dan retail. Fungsi pendukung lain seperti asrama, politeknik, sentra pelayanan dan utilitas berada tersentralisasi di area tenggara kawasan.

KIT Batang didapuk akan didukung oleh infrastruktur dan utilitas yang memadai, seperti: pengadaan air baku dan air bersih, tempat penampungan limbah, tempat penampungan sampah, jaringan listrik, jalur sistem telekomunikasi, drainase, jaringan gas, dsb.

Selain sederatan fasilitas lengkap yang akan dibangun di kawasan tersebut, KIT Batang memiliki beberapa keunggulan lokasi, antara lain: terletak di sisi utara Tol Trans Jawa di mana dapat mempermudah akses ke Kawasan Industri, dilalui jalur kereta api dan berpotensi menjadi Dry Port, berbatasan langsung dengan Pantai Utara Jawa, terdapatnya PLTU Batang 2x1.000 MW & PLTS 50 MW dengan lokasi alternatif di area Batang, serta kedepannya akan dibuat Transit Oriented Department oleh Pemerintah Kabupaten Batang.

Selain itu, KIT Batang memiliki lokasi yang strategis dimana dapat ditempuh dengan waktu 4 jam dari Jakarta, 1 jam dari Semarang. Kawasan tersebut memiliki jarak tempuh sepanjang 50 ( kilometer dari Bandara Ahmad Yani dan 65 kilometer dari Pelabuhan Tanjung Mas dengan waktu tempuh selama 50 menit.

Dalam pembangunan kawasan industri ini, perusahaan konstruksi milik negara ini melakukan sinergi dengan lembaga pemerintahan lainnyaz Sebelumnya, PTPP bersama dengan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) (KIW)dan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) (PTPN IX) terus mempercepat proses pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang Fase 1 seluas 450 hektare.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini