Indonesia Resmi Resesi, Masyarakat Butuh Uang Banyak

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304567 indonesia-resmi-resesi-masyarakat-butuh-uang-banyak-Yvn5fza7OZ.jpg Indonesia Alami Resesi. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,49%. Itu berarti, Indonesia resmi resesi.

Peneliti Indef Nailul Huda sudah memprediksi Indonesia akan resmi mengalami resesi pada triwulan III 2020 dengan pertumbuhan mencapai minus 3,49%. Meski demikian, menurutnya nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pemerintah.

Baca Juga: Indonesia Resesi, Senasib dengan Australia, Singapura hingga Korea Selatan

Perlu kerja keras bagi pemerintah untuk menggenjot beberapa sektor pengeluaran untuk dapat menyelematkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV.

"Meskipun saya rasa masih akan tumbuh minus pada kuartal IV. Salah satu yag perlu digenjot utamanya adalah konsumsi rumah tangga di mana pemberian bantuan tunai bagi masyarakat terdampak pandemi," katanya, Kamis (5/11/2020).

Baca Juga: Indonesia Resesi, BUMN Diminta Gerak Cepat Pulihkan Ekonomi

Bantuan secara tunai bisa lebih berpotensi mendatangkan multiplier effect bagi perekonomian secara luas. Namun demikian menurut dia pertumbuhan ekonomi belum tentu membaik pada awal tahun depan. Hal ini lantaran fokus pemerintah yg nampaknya terpecah ke ekonomi dan kesehatan.

"Menurut saya pribadi, sudah sebaiknya pemerintah mengedepankan permasalahan di bidang kesehatan," ujar dia.

Jika permasalahan pandemi sudah selesai setidaknya penularan sudah bisa dikendalikan maka konsumsi masyarakat menengah otomatis akan meningkat. Selain itu, masyarakat menengah ke bawah juga bisa berkegiatan secara lebih leluasa. 

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini