Indonesia Resesi, Paling Parah Sektor Transportasi

Rani Hardjanti, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304571 indonesia-resesi-paling-parah-sektor-transportasi-PRcMQWT5KF.jpg Indonesia Resesi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Secara resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus kedua kalinya. Pada kuartal III-2020, ekonomi Indonesia minus 3,49% secara year on year (yoy). Artinya Indonesia resmi mengalami resesi.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, ekonomi Indonesia sampai dengan triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,03% (c-to-c).

"Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 15,61%," ujarnya, Kamis (5/11/2020).

Sementara dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi, Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,52%.

Data lainnya, BPS menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2020 minus 3,49% secara year on year (yoy). Dengan demikian, Indonesia resmi masuk jurang resesi.

"Ekonomi Indonesia kuartal III masih terkontraksi 3,49%," katanya.

Sebelumnya ekonomi kuartal II-2020 minus 5,32% dan pada kuartal I-2020 tumbuh positif 2,97%

Minusnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah diprediksi banyak pihak imbas dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III masih alami kontraksi 2,03%,

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini