Ekonom Beberkan Bukti PSBB Ganggu Pemulihan Ekonomi Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304663 ekonom-beberkan-bukti-psbb-ganggu-pemulihan-ekonomi-indonesia-hvHPF4EcS3.jpg PSBB (Okezone)

JAKARTA – Resesi ekonomi Indonesia benar-benar menjadi kenyataan pada kuartal III-2020. Namun, kontraksi pertumbuhan perekonomian Tanah Air mengalami penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kuartal II-2020 terkontraksi 5,32%, kini menurun menjadi 3,49%.

Menyikapi hal itu, Ekonom senior Indef Aviliani menilai fenomena itu terjadi karena pada kuartal II itu merupakan masa awal pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia. Saat itu beberapa pemerintah daerah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketak hingga melumpuhkan aktivitas perekonomian.

 Baca juga: Ekonomi Indonesia Resesi, Daerah Mana yang Paling Minus?

“Jadi, April, Mei, Juni itu kan memang PSBB ketat, makanya kenapa 5%. Tapi kemudian Agustus sebagian September sudah dilonggarkan, makanya minusnya lebih rendah,” kata Aviliani kepada Okezone, Kamis (5/11/2020).

Selain itu, penerapan protokol kesehatan yang baik oleh masyarakat saat masa PSBB transisi juga membuat perekonomian sedikit membaik. Sehingga, geliat dunia usaha perlahan mulai sedikit pulih, meski belum normal seperti tahun lalu.

 Baca juga: Begini Cara agar Resesi Indonesia Tak Berlanjut

“Jadi memang di sini menunjukkan bahwa kita itu protokol kesehatannya bisa baik, kecenderungannya bahwa ekonominya tumbuh lebih cepat, karena tidak berhenti,” ujarnya.

Menurut dia, ekonomi Indonesia akan kembali normal jika sudah ada vaksin Covid-19. Kemudian, populasi yang divaksin itu sudah sebanyak 50% dari jumlah total penduduk Indonesia.

 Baca juga; Ekonomi RI Resesi, Menko Airlangga: Lebih Baik dari Malaysia dan India

“Sebelum ada vaksin dan 50% orang itu dapat vaksin. Tapi paling tidak kalau pergerakannya itu mengarah ke positif ada pergerakannya,” katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 minus 3,49% secara year on year dibandingkan dengan periode yang sama 2019.

"Perekonomian Indonesia pada triwulan III-2020 year on year dibandingkan triwulan III-2019 mengalami kontraksi 3,49%," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Kamis (5/11/2020).

Jika dibandingkan dengan kuartal II-2020 maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 mengalami pertumbuhan 5,05%, sehingga kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I hingga kuartal III masih alami kontraksi 2,03%.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini