Ekonomi Indonesia Minus 3,49%, Negara Jor-joran Habiskan Belanja

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304709 ekonomi-indonesia-minus-3-49-negara-jor-joran-habiskan-belanja-FX2nKXqWnq.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Meskipun ekonomi Indonesia di kuartal III-2020 -3,49% secara tahunan (year on year/yoy).

Menurut Sri Mulyani, tanda-tanda perbaikan terlihat dari realisasi belanja negara tang mengalami peningkatan tajam. Menurutnya, hingga akhir September, belanja negara tumbuh sekitar 15,5%.

Baca Juga: Dear Orang Kaya, Enggak Mau Bantu Selamatkan Ekonomi RI?

“Penyerapan belanja negara yang mengalami akselerasi pada triwulan ketiga ini sampai dengan akhir September tumbuh 15,5%. Terutama ditopang realisasi bantuan sosial dan dukungan untuk dunia usaha terutama usaha menengah kecil,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (5/11/2020).

Menurut Sri Mulyani, akselerasi belanja juga membantu peningkatan pada konsumsi pemerintah. Di mana, konsumsi pemerintah di kuartal III-2020 tumbuh 9,8% secara tahunan (yoy).

Baca Juga: Resesi dan Daya Beli Lesu, Peritel: Jangan Ditambah Boikot Produk

“Rilis BPS juga mengonfirmasi bahwa percepatan realisasi belanja negara yang meningkat sangat cepat pada triwulan III telah membantu peningkatan pertumbuhan konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan 9,8% yoy,” jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan angka konsumsi 9,8% patut diapresiasi. Mengingat pada triwulan II-2020, konsumsi pemerintah justru mengalami -6,9% secara tahunan (yoy).

“Angka pertumbuhan 9,8% dari konsumsi pemerintah meningkat sangat tajam apabila dibandingkan triwulan II yang mengalami -6,9%. Atau turning pointnya melebih 17%,” kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, perbaikan kinerja perekonomian didorong oleh stimulus fiskal yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha maupun individu. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan berbagai bantuan langsung tunai yang tertuang dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Seluruh komponen pertumbuhan ekonomi baik dari sisi pengeluaran mengalami peningkatan maupun dari sisi produksi. Perbaikan kinerja perekonomian didorong oleh peran stimulus fiskal atau peran dari instrumen APBN di dalam penanganan pandemi covid-19 dan program pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini