Jumlah Miliarder China Pecahkan Rekor di Tengah Resesi Dunia

Rani Hardjanti, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 05:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 455 2304958 jumlah-miliarder-china-pecahkan-rekor-di-tengah-resesi-dunia-FiTZPtSTiU.jpg Yuan (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 tidak membuat ekonomi negeri China gentar. Buktinya kekayaan para taipan di Negeri Macan Asia ini terus bertambah.

Total kekayaan dari 400 orang terkaya di China melonjak menjadi USD2,11 triliun, dari tahun sebelumnya USD1,29 triliun. Jika dihitung maka total kekayaan miliarder China justru mengalami kenaikan 64%.

 Baca juga: Orang Tajir di Inggris Pasang Taruhan Rp18,7 Miliar untuk Hasil Pilpres AS

Kenaikan ini disebabkan oleh pelonggaran aturan pasar modal dan geliat ekonomi yang memungkinkan China unggul dari ekonomi besar dunia lainnya. Faktor ini juga yang menjadi alasan China cepat pulih dan berhasil lolos dari maut resesi dunia akibat corona. Padahal, dari China-lah pertama kali virus corona mewabah.

Hampir dua pertiga dari daftar orang terkaya di China melesat dalam satu tahun terakhir. Forbes mencatat, minimal kekayaan para miliarder naik USD1,55 miliar, dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya USD1 miliar.

 Baca juga: Kekayaan Bos Zoom Naik 100% dalam 3 Bulan

Tingginya baik jumlah miliarder maupun nilai kekayaannya di China memposisikan Negeri Macan Asia tersebut sebagai negara tercepat dalam mencetak orang terkaya pascaperang di dunia. Bahkan China melampaui dari Amerika Serikat. Jika Amerika hanya mampu mencetak 18 orang terkaya, China berhasil melahirkan 68 miliarder baru.

Para miliarder China bermunculan dari sektor teknologi. Salah satunya pendiri Alibaba, Jack Ma. Kekayaannya meningkat 72% menjadi USD65,6 miliar. Mesin kekayaannya adalah Alibaba dan Ant Group, yang gagal IPO.

 Baca juga: Daftar 20 Milenial Tajir Melintir yang Punya Harta Ratusan Triliunan Rupiah

Forbes mencatat kekayaan miliarder China menggunakan harga saham dan nilai tukar per 26 Oktober, menjelang debut pemecahan rekor Ant yang diharapkan di Shanghai dan Hong Kong.

(rzy)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini