Sektor Perumahan Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 470 2304634 sektor-perumahan-bisa-bantu-pulihkan-ekonomi-6ZJ17KmK1O.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mengatakan bahwa akan berfokus dalam mendukung pemerintah pada Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor perumahan.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan SMF mempunyai berbagai instrumen investasi yang menguntungkan dengan rating yang optimal, baik Obligasi,Sukuk, Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP), serta Medium Term Notes (MTN).

Baca juga: Resmi Resesi, Kepala BPS: Ekonomi RI Mulai Membaik

"Kami rajin mengeluarkan surat utang baik itu obligasi MTN dan lainnya. Dari dana itu kami gunakan untuk bantu pembangunan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk hunian layak," ujar dia saat webinar di Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Dia melanjutkan saat ini SMF memiliki peringkat IdAAA dari Pefindo, baik untuk korporat maupun untuk surat utang serta efek yang diterbitkan. Peringkat tersebut merupakan peringkat tertinggi yang mencerminkan mencerminkan kemampuan untuk membayar kewajiban secara tepat waktu yang sangat kuat dan risiko default yang rendah.

 

"Hingga saat ini instrumen investasi yang kami terbitkan memiliki peringkat terbaik dengan imbal hasil yang kompetitif, sehingga dapat menjadi alternatif utama instrumen investasi yang tetap terjaga kualitasnya kendati di masa pandemi," katanya.

Menurut Ananta, selain aman dan mendapatkan return yang kompetitif, dengan berinvestasi pada instrument yang diterbitkan oleh SMF artinya para investor juga telah membantu Pemerintah dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya di sektor perumahan.

"Jika sektor perumahan bergerak, ada lebih dari 170 industri turunan di sektor perumahan yang juga akan bergerak sehingga dapat membantu percepatan realisasi program PEN," ujar dia.

Meski demikian, dirinya menuturkan masih ada tantangan ke depan yang harus dihadapi oleh SMF adalah menyediakan dana menengah panjang yang berkesinambungan bagi pembiayaan perumahan. Mengingat semakin besar dan meningkatnya kebutuhan akan dana tersebut guna mengatasi backlog kepemilikan rumah, serta meningkatnya angka kebutuhan hunian, khususnya bagi keluarga milenial di kota-kota besar.

Adapun sejak Agustus 2018 hingga semester I tahun 2020, SMF telah berhasil merealisasikan penyaluran dana KPR FLPP kepada 121.429 debitur dengan total penyaluran dana sebesar Rp 3,864 Triliun melalui 12 bank penyalur KPR FLPP.

Hal tersebut memberikan dampak positif yaitu semakin banyak Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memperoleh fasilitas KPR FLPP disamping adanya penyerapan tenaga kerja dari pembangunan rumah yang berujung pada terciptanya multiplier effect.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini