Janda Bolong hingga Algonema Diburu Warga Bekasi

Wisnu Yusep, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 455 2305234 janda-bolong-hingga-algonema-diburu-warga-bekasi-hVPQJdi753.jpg Tanaman Hias (Foto: Okezone.com)

BEKASI – Di tengah pademi virus corona atau Covid-19, warga Kota Bekasi mulai menyibukkan diri di rumah dengan mengoleksi tanaman hias.

Seperti tanaman janda bolong, yang belakangan ini sedang ngetrend di Kota Bekasi. Tanaman ini belakangan ini paling dicari oleh warga Kota Bekasi.

Misalnya yang ada di lapak salah satu pedagang di Jalan Mustikajaya, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Tanaman tersebut sudah beberapa minggu ini ludes dibeli pembeli.

Baca Juga: Begini Cara Dapatkan Uang dari Youtube dengan Mudah

Hanya membutuhkan kurun waktu tiga hari dipajang sejak datang, tanaman yang bisa disebut monstela ini sudah tak ada lagi di lapak di Mustikajaya ini.

Banyak warga Kota Bekasi, kata Dhani (29) salah satu pemilik kios tanaman hias di Mustikajaya, banyak yang berburu tanaman hias ini. Mereka sejak adanya pademi Covid-19 kerap mencari tanaman hias ini.

 

"Stok kita udah habis sejak minggu-minggu lalu, lagi nyari lagi ke pemasok. Biasanya kita nyari di Tangerang, kalau enggak di Depok," ungkap Dhani kepada Okezone, Jumat (6/11/2020).

Dhani mengaku, peminat tanaman ini sangat banyak khususnya ibu-ibu. Mereka memilih untuk menyibukan diri di rumah lantaran pademi Covid-19.

"Kebanyakan ibu-ibu, mereka katanya selalu bilang setelah masak dan mengurus keluarga enggak kerjaan di rumah, makanya lebih memilih merawat tanaman-tanaman, sambil bercocok tanam gitu," ungkap Dhani.

Selain Janda Bolong, Dhani mengaku pembeli saat ini meminati tanaman berbagai jenis Aglonema.

"Karena stok gak ada, jadi banyak pembeli yang nyari Aglonema," kata Dhani.

Tanaman Aglonema ini, kata dia, selain karena harga ada yang murah juga paling menarik dari segi corak warna.

"Kalau buat sekarang dari Rp25 ribu paling murah, ada sampai yang puluhan juta. Seperti yang Aglonema Marsa Anjani, Suksom Jaipon, yang paling tinggi sampai puluhan juta," ungkap dia.

Sementara salah satu pembeli Ibu Ima (50) mengaku sudah lama menyukai jenis tanaman yang saat ini menjadi tren di masyarakat.

"Kalau koleksi dulu dari tahun 2008, cuma sempat enggak koleksi lagi, nah baru-baru ini aja. Sekarang ada 50 lebih koleksi dari harga Rp 25 ribu sampai ratusan ribu," ungkap dia kepada Okezone.

Semenjak adanya virus corona atau Covid-19 di Bulan Maret, dirinya mulai kembali memburu tanaman hias ini. "Kemarin ke Pebayur, Serpong. Punya jenisnya macam-macam dari 50 itu," ungkap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini