Cerita Janda Bolong Jadi Berkah untuk Usaha Yenita

Rus Akbar, Jurnalis · Jum'at 06 November 2020 15:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 06 455 2305350 cerita-janda-bolong-jadi-berkah-untuk-usaha-yenita-1Y2HywhIDv.jpg Tanaman Hias Utamanya Janda Bolong Tengah Dicari Banyak Pecinta Tanaman. (Foto: Okezone.com)

PADANG - Yenita tersenyum malu-malu ketika membahas tanaman yang kini menjadi tren yakni janda bolong. Dirinya menjual berbagai tanaman hias di tempat jualan Jalan Khatib Sulaiman, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat.

"Kita ada jual bunga janda bolong namun kondisinya sedikit agak marenggeh (meranggas). Ini lagi yang tersisa pada kita, kemarin ada stok 20 polibag tapi udah banyak yang membeli sekarang tinggal lima pot lagi," tuturnya pada Okezone.com, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga: 1.000 UMKM Mulai Melek Digital

Untuk satu polibag, Yenita menjual paling murah senilai Rp80 ribu dengan kondisi daun janda bolong tiga helai. Artinya jika daunnya lebih dari tiga helai maka harganya lebih.

"Paling bagus kita jual ada bervariasi ada Rp500.000 ada yang lebih itupun kualitas bagus sesuai dengan selera pembeli," ujarnya.

Baca Juga: Selamat Datang, Pengangguran di RI Melonjak Jadi 9,77 Juta Orang

Merawat janda bolong sedikit murah-murah sulit. "Untuk merawat janda bolong ini jangan pula kering dan jangan basah, kemudian jangan terkena sinar matahari itu bisa mati bunganya," ucapnya.

Kemudian, kata Yeni, janda bolong harus diberi tarus sebagai tonggaknya yang dibuat dari sabut kelapa yang sudah dibuat seperti tongkat dengan panjang setengah meter.

"Tarus ini untuk menahan janda bolong agar tidak rebah dan merayap ke tanah," tuturnya.

Selain janda bolong yang laris di tempat jualannya, tanah, sekam serta pupuk organik dari kotoran sapi yang dikeringkan. Untuk tanah campur sekam ini satu karung berkapasitas 25 kilogram ini harganya Rp5.000 per karung sementara untuk pupuk organik ini Rp10.000 per karung dengan kapasitas yang sama.

"Pupuk organik ini unsurnya tanah, sekam pagi dan kotoran sapi. Untuk tanah sendiri itu didatangkan dari Alahan Panjang, Solok Selatan," katanya.

Menurut Yeni untuk tanah ini, itu yang paling laris sejak pandemi ini, satu hari dia bisa menjual tanah sebanyak 60 karung. "Kalau dibanding bunga janda bolong ini, tanah ini yang paling laris dibeli, kemudian rak-rak bunga," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini