Janda Bolong yang Kini Diserbu, Ini 5 Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 07 470 2305857 janda-bolong-yang-kini-diserbu-ini-5-faktanya-GD2k57SCC9.jpg Janda Bolong Jadi Tanaman Primadona Selama Covid-19. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tanaman hias janda bolong kini menjadi tren di kalangan masyarakat. Bahkan, harga tanaman hias ini memiliki nilai hingga ratusan juta Rupiah.

Tren tanaman ini terjadi ketika pandemi covid-19 terjadi di Indonesia. Di mana masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah karena adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Ada sejumlah fakta menarik dari tanaman hias janda bolong. Berikut Okezone merangkumnya pada Minggu (8/11/2020).

1. Asal Usul Janda Bolong

Kepala Bagian Manajemen Lanskap Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof Dr Hadi Susilo Arifin mengatakan, nama tanaman hias sejatinya bermacam-macam, seperti janda bolong yang sudah terkenal sejak dahulu.

Dirinya pun pertama kali mengenai tanaman janda bolong pada masa kuliah strata 1 pada 80-an. Dirinya menemukan banyak sekali janda bolong di tempat tinggalnya.

Ketika itu nama tanaman tersebut sudah disebut janda bolong. Selain karena bentuk daunya yang berlubang, faktor kegemaran masyarakat Indonesia yang memberikan nama sensasional menjadi salah satu penyebab kenapa diberi nama janda bolong.

Sementara itu, lanjut Hadi Susilo, baru-baru ini menemukan hal baru dari nama janda bolong. Berdasarkan isu yang dia dengar, nama janda bolong berasal dari bahasa jawa yakni rondo bolong.

Adapun arti dari nama tersebut yakni daun yang banyak lubangnya. Di mana ron memiliki arti daun, dan do bolong memiliki arti pada bolong.

“Katanya sih kalau dari bahasa Jawa itu bukan janda bolong tapi rondo bolong. Ron itu daun, do bolong itu pada bolong jadi daun yang banyak berlubang,” jelasnya.

2. Harga Janda Bolong Dibandrol Puluhan Juta Rupiah

Saat ini, harga jual janda bolong mencapai puluhan juta rupiah.Tingginya nilai harga jual tanaman hias janda bolong menjadi berkah tersendiri bagi para petani tanaman hias.

Jenis bunga ini memiliki nama latin monstera adansoni varlegata. Janda bolong berukuran kecil yang memiliki tiga daun hingga lima daun.

3. Janda Bolong Miliki Corak Unik

Ketika pandemi, janda bolong menjadi primadona di kalangan masyarakat pecinta tanaman hias. Siapa sangka, tanaman yang biasanya menjadi penghias halaman rumah ini harganya sangat mahal.

Janda bolong memiliki corak yang unik, mulai dari corak sembur, separuh daunnya berwana kuning atau putih dan separuh daunnya lagi berwarna hijau. Tak heran petani mendapat keuntungan dari janda bolong.

4. Harga Pot Hias Laris Manis

Pandemi Virus Corona membawa dampak besar di berbagai sektor. Pariwisata termasuk salah satu sektor yang dinilai paling parah terdampak Covid-19.

Sebagaimana dialami oleh Henry Johanis (35) pekerja sektor ekowisata di Manado yang terpaksa kehilangan pekerjaan akibat dampak dari pandemi ini.

Dengan banyaknya waktu lowong di rumah karena bisnis pariwisata lagi sepi, Henry bersama istrinya Elis Purede (34) kembali fokus ke usaha pembuatan pot bunga tempurung yang sudah digeluti sejak tahun 2017.

Bermodalkan alat seadanya, Henry melanjutkan usaha kerajinan pot bunga dari tempurung kelapa di rumahnya, Kelurahan Tongkaina Lingkungan 2, Kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara.

Dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa, di tangan Henry diolah dengan berbagai ukiran dan model sehingga menjadi barang yang bernilai tinggi.

5. Warga Bekasi Serbu Tanaman Janda Bolong

Di tengah pademi virus corona atau Covid-19, warga Kota Bekasi mulai menyibukkan diri di rumah dengan mengoleksi tanaman hias .

Seperti tanaman janda bolong, yang belakangan ini sedang ngetrend di Kota Bekasi. Tanaman ini belakangan ini paling dicari oleh warga Kota Bekasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini