Dana Talangan Garuda hingga KAI Bakal Cair Bulan Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 November 2020 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 09 320 2306874 dana-talangan-garuda-hingga-bakal-cair-bulan-ini-PDptvIwgjz.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan bakal segera mencairkan dana talangan untuk sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rencanannya, dana talangan untuk Garuda Indonesia, PT KAI (Persero), PT Krakatau Steel dan PTPN akan dicairkan bulan ini.

Adapun rinciannya, pencairan PMN untuk PT KAI (Persero) dan Perum Perumnas akan dilakukan pada minggu ketiga november. Begitu juga untuk pencairan pinjaman untuk tiga BUMN juga dipeoyeksikan akan dilakukan pada minggu ketiga november.

 Baca juga: Holding Aviasi dan Pariwisata, Erick Thohir: Bukan untuk Selamatkan Garuda

Menteri Keuangan Sri Milyani Indrawati mengatakan, saat ini aturan untuk penanaman moda pemerintah di beberapa perusahaan BUMN akan segera rampung. Diharapkan dana talangan bisa disalurkan sesegera mungkin.

Sebagai gambaran, pemerintah mengalokasikan dana talangan untuk lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Garuda Indonesia Rp8,5 triliun, KAI Rp3,5 triliun, Perumnas Rp650 miliar, Krakatau Steel Rp3 triliun dan PTPN Rp4 triliun.

 Baca juga; Garuda Rugi Rp15,3 Triliun Buat Yusuf Mansur Ingin Ketemu Erick Thohir

“Beberapa PP penanaman modal pemerintah di beberapa BUMN hampi selesai diharapkan segera terealisasi,” ujarnya dalam rapat kerja virtual, Senin (9/11/2020).

Pencairan ini meruapakan salah satu langkah untuk mempercepat realisasi pembiayaan koorporasi. Mengingat, kinerja pembiayaan korporasi mulai tampak setelah beberapa bulan sebelumnya tercatat 0%.

Meski demikian, persoalan regulasi masih menghambat efektivitas penyalurannya. Namun dalam beberapa waktu belakangan ini, pemerintah telah mencapai sejumlah kemajuan dalam proses pembiayaan korporasi.

Sebab, regulasi yang dibutuhkan sebagian saat ini telah dirampungkan. Hal ini dibuktikan dengan realisasi pembiayaan koorporasi yang sudah Rp2 triliun.

Meskipun angka tersebut baru sekitar 3,2% dari total alikasi anggaran senilai Ro62,2 triliun. Realisasi program ini didorong oleh penjaminan korporasi melalui pembayaran imbal jasa penjaminan (IJP) senilai Rp942 juta dan dana cadangan claim loss limit senilai Rp2 triliun.

“Untuk pembiayaan korporasi Rp62,22 triliun baru tercapai 3,2%. terutama pembayaran IJP yaitu jaminan terhadap kredit sebanyak Rp945 juta. dan untuk cadangan klaim loss limit 2 triliun,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini